Suara.com - Sampai hari ini, Selasa (20/3/2018), Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mencatat sudah ada 6,4 juta wajib pajak (WP) yang telah menyampaikan surat pemberitahuan (SPT) tahunan pajak penghasilan (PPh) 2017.
"Sampai dengan hari ini sudah 6,4 juta SPT PPh orang pribadi tahun pajak 2017 yang masuk ke sistem Ditjen Pajak. Sekitar 75 persen disampaikan lewat e-filing. Sisanya secara manual," kata Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan di kantor Kementerian PUPR, Selasa (20/3/2018).
Robert mengatakan Ditjen Pajak menargetkan ada sekitar 14 juta WP yang melapor SPT hingga akhir masa penyampaian SPT tahunan orang pribadi, yakni 31 Maret 2018.
"Kami pantau terus. Nanti jatuh temponya adalah 31 maret 2018," ujar Robert, di gedung Kementerian PUPR, Jalan Pattimura, Kebayoran Baru, Selasa (20/3/2018).
Robert berharap tingkat kepatuhan membayar pajak masyarakat meningkat dari tahun ke tahun. Dalam catatan Ditjen Pajak, kepatuhan pelaporan SPT tahunan pajak penghasilan 2016 baru mencapai 73 persen.
Untuk pelaporan SPT tahunan pajak penghasilan 2017 pada tahun ini, Robert optimis angka kepatuhan pajak akan naik menjadi 80 persen dari 18 juta WP orang pribadi yang wajib menyampaikan SPT.
"Jadi kami akan pantau terus acara-acara seperti ini mudah-mudahan bisa mengejar target tersebut," katanya.
Selain itu, dirinya menjelaskan jika memang biasanya sebagian besar masyarakat biasanya menunda, menunggu-nunggu sampai akhir periode di tanggal 30-31maret ini.
"Mungkin masih mencari data, mengumpulkan data, menunggu bukpot dan sebagainga tapi yang sudah siap dokumennya seyogyanya bisa secepatnya supaya mengurangi adanya jam di akhir-akhir bulan ini," jelasnya.
Berita Terkait
-
Pasca OTT Bea Cukai, KPK Gandeng Inspektorat Kemenkeu Bahas Pencegahan Korupsi
-
KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana Kasus Impor Barang KW ke Dirjen Bea Cukai
-
KPK Panggil Lima Orang Saksi Terkait Dugaan Korupsi Diskon Pajak Periode 2021-2026
-
OTT Beruntun Pejabat Pajak-Bea Cukai hingga Hakim: Mengapa Korupsi di RI Jadi Penyakit Menahun?
-
Fenomena Kelebihan Bayar Pajak Membengkak
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Ramadan Jadi Momentum Refleksi Finansial, Nanovest Ajak Investor Susun Portofolio Sehat
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating
-
Kementerian ESDM: Perusahaan Amerika Tetap Harus Investasi Jika Mau Akses Mineral Kritis Indonesia
-
Belanja Pakaian Naik Tapi Pabrik Tekstil Boncos, Kemenperin: Impor Terus
-
BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%
-
Indeks Kepercayaan Industri Merosot di Februari ke Level 54,02
-
Tanpa Tim HR, UKM Kini Bisa Rekrut Karyawan Pakai AI
-
Menkop Mau Evaluasi Jarak Alfamart-Indomaret dengan Pasar Tradisional
-
Gandeng Inggris, OJK Pecut Perbankan Percepat Pembiayaan Iklim
-
56,3 Juta Pengguna QRIS, Indonesia Jadi Target Ekspansi AI Perbankan