- Restitusi pajak 2025 melonjak 35,94% menjadi Rp361,2 triliun, membebani penerimaan neto negara.
- Realisasi pajak 2025 alami shortfall, hanya capai 87,6% dari target Rp2.189,3 triliun.
- Penyebab lonjakan: fluktuasi harga komoditas dan temuan indikasi klaim palsu (penunggang gelap).
Suara.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat lonjakan signifikan pada nilai restitusi pajak sepanjang tahun 2025.
Total pengembalian kelebihan pembayaran pajak kepada wajib pajak mencapai Rp361,2 triliun, melambung 35,94% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp265,7 triliun.
Lonjakan ini menciptakan jurang yang lebar antara penerimaan bruto dan neto. Berdasarkan data Kemenkeu yang dirilis Selasa (13/1/2026), realisasi pajak bruto tercatat sebesar Rp2.278,8 triliun, namun setelah dikurangi restitusi, realisasi pajak neto menyusut menjadi Rp1.917,6 triliun.
Direktur Jenderal Pajak (DJP), Bimo Wijayanto, mengungkapkan bahwa fenomena ini dipicu oleh dua faktor utama. Pertama, terkait fluktuasi harga komoditas yang menyebabkan banyak korporasi membayar pajak melampaui kewajiban sebenarnya, sehingga mereka mengajukan pengembalian.
Kedua. ditemukan indikasi penyalahgunaan melalui virtual office yang menjalankan bisnis tidak sesuai klaim untuk mengincar pengembalian pajak secara ilegal.
Melambungnya restitusi ini memperberat posisi kas negara. Di saat beban pengembalian meningkat, penerimaan pajak nasional justru mengalami shortfall. Realisasi pajak neto 2025 hanya mencapai 87,6% dari target APBN yang dipatok sebesar Rp2.189,3 triliun.
DJP menegaskan akan memperketat pengawasan tanpa menghalangi hak wajib pajak yang patuh. "Kami dalami agar yang memang eligible tetap mendapatkan pengembalian pendahuluan dengan lancar," pungkas Bimo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru