Suara.com - Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko menerima Perwakilan Khusus Pemerintah Thailand yang dipimpin oleh Jenderal Chamlong Kunsong, Kamis (22/3/2018), di Bina Graha, Jakarta. Mereka datang ke Indonesia untuk menandatangani perjanjian kerja sama antara PT INKA dengan State Railway of Thailand dan perusahaan Thanakorn Company Limited dalam urusan peningkatan kerja sama perkeretaapian.
Didampingi oleh Direktur PT INKA (Industri Nasional Kereta Api) dan Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Darmawan Prasojo, Moeldoko menegaskan bahwa kerja sama ini dapat menjadi tonggak baru yang lebih kokoh untuk meningkatkan kerja sama lain antara kedua negara dalam bidang politik, ekonomi, sosial, dan kebudayaan.
“Ada dua jenderal di sini, sehingga mudah-mudahan hal ini akan memainkan peranan penting untuk meningkatkan kerja sama lebih erat antarkedua negara,”kata Moeldoko.
Mantan Panglima TNI itu menambahkan, “Pemerintah Thailand memiliki visi dan gagasan besar dan itu akan menguatkan hubungan Indonesia dan Thailand. Banyak hal lain yang bisa kita kerjakan bersama-sama.”
PT INKA dan SRT serta Thanakorn bersepakat untuk saling bersinergi, di mana Pemerintah Thailand mengharapkan dukungan dari PT INKA dalam bentuk produksi lokomotif, transfer teknologi, maupun peningkatan kapasitas dalam industri perkeretaapian.
Budi Noviantoro, Direktur Utama PT Inka menjelaskan bahwa saat ini sedang dilakukan kerja sama antara SRT dengan PT INKA dalam bentuk penyediaan 150 lokomotif, yang diawali dengan kontrak 50 lokomotif pada tahun 2018. Kerja sama akan ditandai dengan penandatanganan MoU antara PT INKA dan Thanakorn di Jakarta, Kamis malam, 22 Maret 2018.
Selanjutnya, perwakilan pemerintah Thailand juga mengundang Pemerintah Indonesia dan PT INKA untuk hadir dalam pameran terkait industri kereta api di Bangkok dan bertemu dengan Perdana Menteri Thailand.
Chamlong yang juga didampingi oleh Deputy of Chief State Railway of Thailand Piyasakdi Boonprakong, CEO Thanakorn Company Thananot Thunyapongphaiboon, dan sejumlah direktur perusahaan tersebut menyatakan terima kasihnya atas dukungan Indonesia guna mengembangkan industri kereta api di negaranya.
“Terima kasih bahwa kerja sama ini disambut dengan tangan terbuka oleh Indonesia, sehingga memungkinkan terjadinya transfer terknologi dalam bidang perkeretaapian dengan Indonesia. Thailand sekarang sedang membangun industri perkeretaapian,” papar Chamlong.
Berita Terkait
-
Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global
-
Dituduh Gila Hormat Gara-Gara Petugas KA Jongkok, Inul Daratista Kasih Paham Netizen: Sok Tahu!
-
KAI Operasikan 391 Kereta Stainless Steel New Generation di Berbagai Relasi
-
KAI Daop 1 Jakarta: 19 Kereta Dilempari dalam 5 Bulan, Pelaku Mayoritas Remaja
-
Jumlah Penumpang Tembus 155 Juta, KAI Percepat Modernisasi Stasiun Bogor
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS
-
Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'
-
Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal
-
Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite
-
Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi