Suara.com - Bank Sentral Indonesia (BI) memperkirakan pergerakan rupiah pada tahun depan mulai jinak terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Menurut BI, tahun depan tekanan-tekanan yang dialami nilai tukar rupiah akan lebih rendah.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, tekanan yang lebih rendah karena adanya normalisasi kebijakan Bank Sentral AS atau The Fed mulai tahun depan. Dia melanjutkan, Bank Sentral lain juga akan melakukan normalisasi kebijakan moneternya.
"Sehingga ini juga akan mengurangi kekuatan dolar. Sekarang kan dolar kurs-nya yang strong, paling kuat. Tahun depan akan ada saingannya oleh mata uang-mata uang lain," kata Perry Warjiyo di Kompleks Perkantoran BI Jakarta, Kamis ( 27/9/2018).
Selain itu, Perry menuturkan, investor global mulai tahun depan juga mulai berinvestasi kembali ke negara-negara berkembang seperti Indonesia. Hal ini memberikan faktor positif dengan kembalinya arus modal asing dari global ke negara berkembang termasuk Indonesia.
"Dari faktor domestiknya kan tadi kami sampaikan tekanan dari neraca pembayaran kan jauh lebih rendah. Kami sampaikan juga akan lebih rendah 8,25 persen terhadap PDB. Sehingga tentu saja kebutuhan valasnya dalam negeri juga akan lebih rendah," jelas Gubernur BI.
"Berbagai faktor ini kenapa waktu itu di DPR kami sampaikan kami perkirakan 2019 itu tekanan terhadap rupiah nya akan lebih rendah. Apalagi sekarang kita mempercepat pengembangan pasar valas tadi pokoknya yang sudah berkembang, pasal swapnya juga terus berkembang, dan sekarang kita terus kembangkan domestik DNDF, ini yang juga faktor yang lain yang juga mendukung stabilitas nilai tukar ke depan," tambah dia.
Berdasarkan kurs tengah BI, rupiah kini masih betah di level Rp 14.000-an per 1 dolar AS. Pergerakan rupiah pada Kamis (27/9/2018) berada di level Rp 14.919 per dolar AS. Level tersebut menguat dari hari sebelumnya di level Rp 14.938 per dolar AS.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
Terkini
-
BI: Sektor Perbankan dalam Kondisi Prima di Tengah Krisis Akibat Konflik Timur Tengah
-
Menhub Minta Truk Logistik Tahan Operasi Saat Puncak Arus Balik Lebaran
-
PLN Berhasil Amankan Pasokan Listrik Nasional Saat Salat Idulfitri 1447 H
-
KB Bank Gelontorkan Rp500 Miliar untuk Akses Pembiayaan UMKM
-
Contraflow Diterapkan di Tol Jakarta - Cikampek Siang Ini
-
Puncak Arus Balik Diperkirakan Hari Ini, Pemudik Diminta Optimalkan WFA
-
Mulai Nego dengan Trump, Iran Buka Selat Hormuz Tapi Tetapkan Tarif Rp34 Miliar per Kapal
-
285 Ribu Pemudik Diprediksi Balik ke Jabodetabek Via Jalan Tol Hari Ini
-
Kemenhub Ungkap Faktor Utama Penyebab Kecelakaan Saat Arus Balik
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp110.750 per Kg, Beras dan Telur Ikut Bergerak