Suara.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyatakan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga mengalami inflasi paling tinggi pada September 2018. Kelompok tersebut menyumbangkan 0,54 persen pada September 2018.
Suhariyanto menerangkan, kenaikan inflasi tertinggi terjadi pada kelompok pendidikan yang disebabkan adanya kenaikan biaya kuliah.
Memang pada September, tahun baru ajaran kuliah baru dimulai, sehingga hal ini menyebabkan inflasi pada pendidikan.
"Kenaikan uang kuliah akademik dan perguruan tinggi sebesar 0,02 persen," ujar Suhariyanto di Kantornya, Senin (1/10/2018).
Selain itu, biaya kursus-kursus atau pelatihan juga mengalami kenaikan sebesar 0,47 persen. Sedangkan, perlengkapan dan peralatan pendidikan juga naik sebesar 0,37 persen.
Sementara, pada rekreasi mengalami inflasi 0,23 persen. Dan pada sub kelompok olahraga, sebesar 0,37 persen.
"Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga ini pada September 2018 memberikan andil sumbangan inflasi 0,04 persen," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon
-
Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel
-
Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih
-
IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global
-
Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini
-
Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?
-
RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital
-
Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri
-
Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga
-
Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?