Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (10/10/2018) diprediksikan bakal terus bergerak positif. IHSG hari ini akan terus melanjutkan penguatannya.
Analis dari Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, harapan terhadap kembalinya arus capital inflow masih terus didambakan. Sehingga, dapat terus mendongkrak kenaikan IHSG dalam jangka menengah panjang.
Di sisi lain, sambung dia, fundamental perekonomian dalam negeri yang masih cukup baik juga turut menopang, serta masih memberikan daya tarik bagi investor asing untuk terus berinvestasi ke dalam pasar modal Indonesia.
"Hari ini IHSG berpotensi naik di kisaran 5.688 - 5.872," kata William di Jakarta, Rabu (10/10/2018).
Senada dengan William, Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji juga memperkirakan IHSG menguat. Berdasarkan indikator, MACD sudah membentuk pola dead cross di area negatif. Sementara itu, Stochastic dan RSI sudah berada di area netral.
Meskipun demikian, lanjut Nafan, terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance alias di titik atas.
"Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.769.757 hingga 5.742.726. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 5.810.305 hingga 5.823.822," imbuh Nafan.
Sementara, Analis PT KGI Sekuritas Indonesia Yuganur Wijanarko juga memprediksi IHSG bergerak positif. Dia melihat aksi penjualan kaum beruang cukup tertahan oleh pembelian kaum banteng yang cukup intensif, sehingga dapat terbentuk pola kaki trend naik pendek menuju resistance short term berikutnya di 5.870.
"IHSG membentuk pola kaki trend naik pendek, next resistance 5.870," pungkas Yuganur.
Baca Juga: Lawan Jerman, Koeman Siap Turunkan Tim Terkuatnya
Berdasarkan data RTI perdagangan IHSG pada Selasa (10/10/2018) kemarin dibuka menguat di level 5.771. Penguatan tersebut berlanjut hingga penutupan menjadi di level 5.796.
Dalam perdagangan kemarin, sebanyak 9,46 miliar volume saham diperdagangkan dengan frekuensi 348.360 kali. Sementara, 189 saham bergerak naik, 192 saham bergerak turun, dan 124 saham tidak mengalami pergerakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok