Suara.com - Dato Sri Tahir, konglomerat Indonesia, memuji kinerja Presiden Jokowi dalam sektor perekonomian. Pasalnya, Bos Mayapada Group itu menilai rezim Jokowi bisa mempertahankan perekonomian stabil di tengah ketidakpastian global.
Hal tersebut, jelas Tahir, terlihat dari peringkat investasi Indonesia yang stabil dan layak. Untuk diketahui, pemeringkat internasional Fitch Ratings pada September 2018 mempertahankan peringkat Indonesia di level BBB atau layak investasi dengan prospek stabil.
"Saya optimistis ekonomi indonesia di bawah pak residen selama 4 tahun ini cukup bagus. Stabil semua hal, baik rating dari luar negeri juga mengatakan baik. Kesempatan berinvestasi di sini juga kondusif dan banyak (investor) asing masuk," kata Tahir saat ditemui di kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta, Senin (15/10/2018).
Orang terkaya ke-8 di Indonesia ini mengungkapkan, kondisi perekonomian Indonesia ini jauh berbeda pada tahun 1997-1998.
Karena pada masa itu, Indonesia mengalami empat krisis yakni, krisis perbankan, krisis nilai tukar, krisis perdagangan, dan krisis politik.
Namun, pada saat ini Tahir tidak melihat adanya gejala dari salah satu krisis tersebut.
"Sekarang satu pun tidak ada. Bank stabil, punya second reserve 15 persen, jauh di atas Bank Indonesia dan jauh di atas permintaan OJK," imbuh dia.
Maka dari itu, Tahir menuturkan mau bersumbangsih dengan melakukan penukaran Dolar AS dan Dolar Singapura miliknya. Pasalnya, konversi valas tersebut bisa memperkuat laju Rupiah.
Tahir melepas USD 93 juta dan SGD 55 juta atau setara Rp 2 triliun. Tahir menjelaskan, penukaran mata uang USDdan SG miliknya telah dilakukan pada minggu lalu.
Baca Juga: Nggak Boleh Merokok, Lokasi Nikahan Ini Mengancam Nyawa
"Jadi sebagai warga negara, kebetulan sudah ikut pengampunan pajak. Saya pikir, daripada (koleksi valas) didiamkan, dikembalikan ke sini dulu saja. Sangat bisa (memperkuat Rupiah)," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Analis Prediksi Harga Minyak Awal Maret: Tidak Lagi Menyala, Namun Terbakar!
-
Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Diprediksi Naik Dua Kali Lipat!
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar