Suara.com - Presiden Jokowi mengklaim angka pengangguran di Indonesia sudah menurun. Akan tetapi penurunan itu belum mengubah presentase pengangguran Indonesia yang berada di atas 5 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) sempat merilis tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia per Februari 2018 sebesar 5,13 persen.
"Angka menurun tapi masih jumlahnya masih di atas 5 persen lebih sedikit persentase itu wajib kita syukuri menurun tapi masih di atas 5 persen," kata Jokowi di Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (6/11/2018).
Saat ditanyakan apakah penyumbang angka pengangguran terbesar berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Jokowi tidak menjawabnya.
Akan tetapi, Jokowi menyampaikan bahwa SMK masih menjadi fokus pemerintah untuk menjadi salah satu bagian dari perbaikan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
"Sehingga SDM kita siap masuk dunia kerja dan kerjasama kita dengan pemerintah Jerman terus berlanjut. Kemarin misalnya dari Siemens mau bantu kita di bidang vocational training ini," pungkasnya.
Untuk diketahui, BPS mencatat tingkat pengangguran pada Agustus 2018 sebanyak 7 juta orang.
Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, pada periode Agustus 2018 tingkat pengangguran berkurang 40 ribu orang. Tingkat pengganguran periode yang sama 2017 sebesar 7,04 juta orang.
"Jadi ada penurunan 0,04. Dalam setahun terakhir, pengangguran berkurang 40 ribu orang," ujar Suhariyanto di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Senin (5/11/2018).
Suhariyanto menuturkan, pada periode Agustus 2018 jumlah penduduk usia kerja pada Agustus 2018 adalah sebesar 194,78 juta orang.
Dari jumlah itu, penduduk yang masuk angkatan kerja sebesar 131,01 juta orang, sedangkan sisanya 63,77 juta orang bukan angkatan kerja.
Sementara, dari 131,01 juta orang yang sudah mendapatkan pekerjaan sebesar 124,01 juta orang, sisanya 7 juta orang masih menganggur. Sehingga, tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2018 sebesar 5,34 persen.
Suhariyanto menambahkan, dilihat dari tempat tinggalnya, tingkat pengangguran terbuka di perkotaan lebih tinggi dibandingkan pedesaan.
"Di perkotaan sebesar 6,45 persen dan pedesaan 4,04 persen," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz
-
Pertamina Kawal Pemudik Lalui Jalur Non-Tol Pantura
-
Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim
-
Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik, Wakil Menteri ESDM Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang
-
Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM
-
Menteri LH: PT Agincourt Resources Boleh Kelola Tambang Emas Martabe Lagi
-
Purbaya: Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik Harga
-
Layanan BRI Lebaran 2026: Cukup Scan QRIS, Bisa Kirim THR dalam Hitungan Detik via BRImo
-
BRI Siap Sedia Layani Nasabah Lebaran 2026: 627 Ribu E-Channel Aktif Layani Nasabah 24 Jam
-
[HOAKS] Presiden Prabowo Resmikan KUR BRI Tanpa Agunan