Suara.com - PT Bank Sinarmas Tbk menggandeng Asuransi Simas Jiwa meluncurkan produk bancanssurance. Kali ini, Bank Sinarmas meluncurkan Simas Investasi Link Dolar dan Simas Investa Link Syariah.
Direktur Utama Bank Sinarmas, Frenky Tirtowijoyo mengatakan, Simas Investasi Link Dolar ialah produk investasi dan proteksi jiwa yang tabungannya menggunakan dolar AS.
Sedangkan, untuk Simas Investasi Link syariah adalah produk investasi dan proteksi dengan sistem syariah.
Frenky menjelaskan, di kedua produk tersebut nasabah tidak hanya mendapatkan proteksi meninggal oleh sebab apapun, tapi juga mendapatkan pengembangan dana investasi.
"Produk ini sengaja dirancang untuk entepreneur entepreneur atau karyawan dengan level manager ke atas yang menginginkan manfaat dan proteksi. Karena kami ingin memfasilitasi nasabah perlindungan meninggal dunia dan investasi," ujar Frenky di Sinarmas Plaza, Jakarta Rabu (4/11/2018).
Sementara, Direktur Utama Asuransi Simas Jiwa, Soegeng Wibowo, mengatakan, kedua produk tersebut sudah mendapat izin dan sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Menurut Soegeng, produk ini berbeda dibandingkan produk sejenis di bank lainnya. Pasalnya, lanjut dia, usia pertanggungan yang masuk bisa hingga usia 97 tahun.
"Umumnya kan 45 tahun. Selain itu, biaya akuisisi, asuransi, administrasi, umumnya biaya ini dibebankan nasabah, di produk ini biaya itu gratis. Premi sepenuhnya di investasikan," pungkas dia.
Untuk diketahui sebelumnya, Bank Sinarmas dan Asuransi Simas Jiwa dengan tabungan mata uang rupiah.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia
-
Pertamina Integrasikan Tiga Anak Usaha ke Sub Holding Downstream
-
PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%
-
Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
-
IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?
-
POP Merek: Terobosan DJKI Percepat Layanan Publik Dalam 10 Menit
-
Pupuk Indonesia Gandeng 1.620 Inovator Demi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional