Suara.com - Toshiba Corp mengatakan pihaknya akan melikuidasi unit tenaga nuklir Inggrisnya dan menjual bisnis gas alam cair Amerika Serikat (AS), dalam upaya untuk melepaskan aset-aset bermasalah dan memenangkan lagi kepercayaan investor. Rencana tersebut merupakan bagian dari strategi bisnis sampai lima tahun ke depan yang diumumkan Toshiba. Termasuk dalam rencana itu adalah memangkas 7 ribu pegawai atau 5 persen dari jumlah total karyawan, dalam lima tahun.
Toshiba berusaha memenangkan kembali kepercayaan pasar setelah skandal akuntansi pada 2015 yang menemukan berbagai kejanggalan mulai dari di unit pembuatan laptop hingga divisi nuklir.
“Ada laporan mengenai kemungkinan menjual bisnis-bisnis yang sudah tidak menghasilkan dan melakukan pemutusan hubungan kerja. Jadi, langkah-langkah tersebut memang sudah diperkirakan pada titik tertentu,” kata Hiroyuki Fukunaga, kepala eksekutif Investrust, sebuah perusahaan konsultan keuangan kepada Reuters.
Perusahaan Korea Selatan, Korea Electric Corp. (KEPCO) telah melakukan pembicaraan dengan Toshiba untuk membeli saham NuGen, pembangkit listrik tenaga nuklir di Inggris.
Kementerian Energi Korea Selatan, Kamis, mengatakan bahwa mereka akan berkoordinasi dengan pemerintah Inggris mengenai proyek NuGen, sambil memantau proses likuidasi bersama KEPCO.
Pada proyek LNG, Toshiba tidak mengungkap identitas pembeli. Perusahaan itu hanya mengatakan bahwa pembeli adalah entitas asing dan akan diumumkan di kemudian hari.
Dalam laporan terpisah, Nikkei melaporkan, tanpa mengutip sumber, bahwa pembeli bisnis LNG Toshiba adalah perusahaan gas Cina, ENN Group.
Seorang juru bicara ENN, ketika dihubungi Reuters, mengatakan dia tidak mengetahui kesepakatan tersebut.
Baca Juga: Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah di Kisaran Rp 14.900
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!
-
Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan
-
Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN
-
IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan
-
BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya
-
Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul
-
Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini
-
Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region
-
Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?
-
BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya