- Armada baru Andalan tekan konsumsi BBM dan tingkatkan efisiensi.
- EBITDA 2025 tembus Rp145,4 miliar di tengah tekanan industri tambang.
- Andalan ekspansi ke proyek nikel Halmahera Timur hingga 2028.
Suara.com - PT Andalan Artha Primanusa (Andalan) memperkuat posisinya sebagai kontraktor jasa pertambangan yang andal di tengah tekanan industri minerba nasional. Strategi utama yang ditempuh perseroan adalah investasi peremajaan armada alat berat baru guna meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar dan menjaga produktivitas operasional.
Di tengah ketidakpastian pasar global akibat tensi geopolitik dan lonjakan biaya operasional tambang, Andalan memilih fokus pada operational excellence sebagai fondasi bisnis. Perusahaan yang telah beroperasi selama delapan tahun di sektor kontraktor batu bara itu juga didukung jajaran manajemen dengan pengalaman lebih dari dua dekade di industri pertambangan.
Perseroan menerapkan pendekatan selektif dalam mengambil kontrak baru demi menjaga kualitas portofolio bisnis dan memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Strategi efisiensi tersebut mulai tercermin pada kinerja keuangan perusahaan. Pada 2025, Andalan berhasil mencatatkan margin EBITDA sebesar 39% atau senilai Rp145,4 miliar, meski industri tambang dibayangi tantangan force majeure dan cuaca ekstrem.
Seiring kepastian volume kontrak yang tengah berjalan, Andalan menargetkan pertumbuhan agresif hingga 2028. Pendapatan perusahaan diproyeksikan tumbuh dengan compound annual growth rate (CAGR) sebesar 28%, dari Rp949,6 miliar pada 2026 menjadi Rp1,41 triliun pada 2027 dan mencapai Rp1,55 triliun di 2028.
Sementara itu, EBITDA diperkirakan meningkat dengan CAGR 21% hingga menyentuh Rp514,2 miliar pada 2028. Laba bersih juga ditargetkan melonjak dengan CAGR 31% menjadi Rp223,9 miliar.
“Fokus kami ke depan adalah menjaga komitmen pertumbuhan yang solid dan terukur ini demi memberikan nilai jangka panjang yang optimal bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Direktur Utama PT Andalan Artha Primanusa, Gahari Christine, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Andalan sendiri mengusung model layanan end-to-end mining services yang mencakup perencanaan, eksekusi hingga evaluasi berkala. Sistem operasional terpadu itu diterapkan mulai dari tahap eksplorasi, produksi inti tambang, hingga reklamasi pascatambang.
Pendekatan berbasis keselamatan kerja, keandalan alat berat, dan pemantauan operasional yang ketat menjadi kunci perusahaan dalam meminimalkan hambatan teknis dan memastikan target produksi tercapai secara aman.
Baca Juga: Hilirisasi Nikel Indonesia: Antara Ambisi Besar dan Dampak yang Tak Terlihat
Tak hanya fokus di batu bara, Andalan juga mulai melakukan diversifikasi ke sektor nikel. Langkah itu ditandai dengan raihan Letter of Award (LoA) dari Harum Energy melalui PT Position untuk proyek di Halmahera Timur, Maluku Utara.
Menurut Gahari, di tengah kondisi industri yang fluktuatif, kebutuhan terhadap kontraktor tambang yang memiliki sistem operasional andal, pengalaman komprehensif, dan akuntabilitas finansial akan terus meningkat.
Andalan pun optimistis dapat menjaga pertumbuhan bisnis secara konsisten melalui kepastian kontrak dan investasi armada strategis. Perseroan menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas operasional serta mendukung keberlanjutan rantai pasok industri pertambangan nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
OJK Terbitkan Dua Aturan Baru Efek dan Manajer Investasi, Update Modal Minimal
-
Biaya Logistik RI Membengkak, Kapal Antre Berhari-hari di Pelabuhan
-
Strategi Prabowo Wujudkan Kedaulatan Pangan
-
Bank Himbara hingga Bank Asing Kebanjiran Dana BI, Total Likuiditas Tembus Rp424,7 Triliun
-
Genjot Digitalisasi, Penyaluran Pupuk Subsidi Melonjak 34%
-
SetiabudiInvest Gandeng Bahana Sekuritas, Investor Kini Punya Akses Reksa Dana Lebih Luas
-
Harga Emas Kompak Anjlok di Pegadaian: Antam, UBS, dan Galeri24 Turun Harga!
-
Krom Bank Tahan Seluruh Laba Rp143 Miliar untuk Ekspansi, Kredit Melonjak 103%
-
Potongan Driver Ojol Gojek dan Grab Resmi Turun, Ada Penyesuaian Tarif Baru
-
Wall Street Langsung Meroket Setelah Harga Minyak Anjlok