Suara.com - Saat ini masih banyak investasi bodong yang marak terjadi di tengah masyarakat. Sehingga, masyarakat harus berhati-hati dalam berinvestasi.
Investasi bodong bisa dari berbagai macam penawaran, salah satunya lewat koperasi. Namun, seperti apa ciri-ciri koperasi yang menawarkan investasi bodong? Berikut ini ulasannya.
Ketua Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Tongam L Tobing mengatakan, masyarakat perlu melihat dengan jeli dalam berinvestasi yang berkedok koperasi.
Pertama, perhatikan imbal hasil. Menurut Tongam jika pihak koperasi menawarkan investasi dengan imbal hasil yang tinggi, maka masyarakat perlu curiga. Bisa saja, penawaran tersebut merupakan investasi bodong yang berupaya untuk menarik minat calon korbannya.
"Biasanya, penipu itu memberi hasil yang tinggi dalam jangka waktu yang singkat. Kalau ada penawaran di koperasi yang sampai 30 persen per bulan atau 1 persen, itu masyarakat harus hati-hati," ujar Tongam dalam sebuah diskusi di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Selasa (4/12/2018).
Kedua, masyarakat bisa melihat dari sisi legalitas. Menurut Tongam, koperasi yang legal terdaftar pasti mempunyai badan hukum dari Kementerian Koperasi dan UKM. Jika badan hukum bukan dari Kementerian terkait, maka itu bisa terindikasi bahwa koperasi tersebut ilegal.
"Oleh karena itu kami imbau masyarakat bila ada penawaran-penawaran dengan bunga yang tinggi dan sangat cepat tolong di cek legalitasnya di Kemenkop. Lihat dulu apakah koperasi ini benar-benar berbadan hukum dan bisa ditanyakan ke pemerintah," tutur dia.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengawasan Kemenkop dan UKM, Suparno meminta masyarakat jika tertipu dan menemukan ciri-ciri koperasi ilegal bisa melaporkan ke Kemenkop atau bisa lapor secara online di www.awasikoperasi.depkop.go.id.
"Masyarakat boleh mengadu kemanapun, kalau mengadu ke Presiden, lewat Kantor Staf kepresidenan," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023
-
Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO
-
Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil
-
Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal
-
Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban
-
Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat
-
Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56
-
Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?
-
Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?
-
Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis