Suara.com - Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri menilai, nilai tukar rupiah semakin melemah terhadap dolar AS.
Menurutnya, nilai tukar rupiah yang berada di level Rp 14.000-an akibat dari neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang terus melebar.
Faisal menuturkan, CAD tersebut melebar karena volume impor lebih tinggi bila dibandingkan dengan volume ekspor.
"Rupiah kembali lagi ke Rp 14.000. Itu (sebenarnya) menguat signifikan, tapi secara teori dan historis akan melemah karena curent account deficit," ujarnya saat ditemui di Hotel Ritz Carlton Pasific Place, Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (13/2/2019).
Menurut Faisal, defisit tersebut melebar bukan karena impor migas yang tinggi melainkan dari impor bahan pangan.
Untuk diketahui, posisi CAD pada kurtal IV 2018 sebesar 3,57 persen, angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal III 2018 yang sebesar 3,37 persen.
"Jadi yang menyebabkan defisit bukan migas, melainkan non migas surplusnya anjlok akibat meningkatnya impor yang dahsyat, gula saja kita impor, garam, beras 2,3 juta ton," jelas dia.
Faisal menuturkan, jika ingin rupiah kembali stabil, maka pemerintah harus konsisten menarik investasi dari luar negeri.
Selain itu, pemerintah juga bisa menggenjot ekspor barang jadi untuk mengembalikan pergerakan rupiah menjadi lebih stabil.
Baca Juga: Dikirim Bersama Kentang Impor, Granat Perang Dunia I Ditemukan di Hong Kong
"Yang menghasilkan dolar AS cepat ya ekspor barang," pungkasnya.
Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah pada Rabu ini berada di level Rp 14.027 per dolar AS. Posisi itu menguat dibandingkan pada Selasa yang berada di level Rp 14.088 per dolar AS.
Berita Terkait
Terpopuler
- 63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
- 5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Toyota Vios Bekas Tahun Muda Pajaknya Berapa? Simak Juga Harga dan Spesifikasi Umumnya
- Mobil 7 Seater dengan Harga Mirip Mitsubishi Destinator, Mana yang Paling Bertenaga?
Pilihan
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Margin Fee Bulog Naik Jadi 7 Persen, Rizal: Bisa Tambah Semangat dan Kinerja Perusahaan
-
Danantara Borong Investasi dari Yordania di Ajang WEF
-
Klaim Polis Tak Lagi Ribet, IFG Life Tingkatkan Layanan Digital dan Tatap Muka
-
Beroperasi 56 Tahun, Pelita Air Fokus Penguatan Layanan Berbasis Pengalaman Pelanggan
-
Sinergi untuk Akselerasi, Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan UMKM
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Bahlil Anggap Target Lifting Minyak 1,6 Juta Barel Mustahil
-
Jelang Ramadan, Bulog Jamin Harga Beras, Minyak, dan Gula Tak Tembus HET
-
Waspada Scam Makin Marak, Ini Modus Phishing dan Cara Lindungi Saldo Digital
-
Bulog Mau Bangun 100 Gudang