Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengakui dana untuk riset dan pengembangan masih rendah. Namun Wapres JK menyebut rendahnya angaran yang diberikan pemerintah tidak menyurutkan niat sejumlah pihak melakukan riset.
Menurut JK, riset bisa berjalan tanpa harus mengeluarkan dana yang besar. Dia mencontohkan media sosial Facebook yang memulai tanpa menggunakan dana yang begitu besar.
"Kalau kita sejarah riset itu, itu kan sederhana saja. Coba lihat Facebook mulai itu kan cuma kecil-kecilan dan mulai di kampus. Jadi tidak butuh yang besar, tapi mulai aja dulu," ujar JK di Kantor Wapres, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (19/2/2019).
JK kemudian menyarankan pada peneliti untuk mencari pendanaan lain di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yaitu swasta jika kekurangan dana untuk mengerjakan riset.
"Nah kalau dibutuhkan kerja sama dengan lembaga dan perusahaan. Kan anggaran bukan hanya APBN tapi juga perusahaan membuat riset," kata dia.
JK menyebut yang dibutuhkan Indonesia saat ini adalah pemfokusan riset. Saat ini, kata JK, semua sektor ingin melakukan riset, sehingga tidak terfokus dan hasilnya tidak kelihatan.
"Sekarang ini terlalu terbagi macam-macam, semua merasa penting. Mungkin kita bicara fokus tentang riset, tentang pangan, nanti kita bicarakan. Fokus ada dulu supaya setiap tahun ada yang dicapai dengan baik," imbuhnya.
Lebih jauh JK mengatakan, sebenarnya riset tidak perlu dikerjakan dari awal. Dia bilang, pengerjaan riset bisa digabungkan dengan teknologi yang sudah ada sebelumnya.
"Tidaak perlu dari nol kan, katakanlah soal IT, tidak perlu dari nol, sudah ada penemuan-penemuan. Jadi diaplikasikan seperti apa, jangan semua terbentur dari biaya, tergantung dari kemauan dan fokusnya, gitu kan. Sebenarnya sejarah startup yang itu semuanya mulai dari di garasi, tidak mulai dengan tiba-tiba besar, muncul," tutup dia.
Baca Juga: Idap Kanker Darah, Para Menantu Bergantian Menjaga Ani Yudhoyono
Berita Terkait
-
Wapres JK: Mau Kampanye Jangan ke Masjid, Tidak Boleh!
-
Wapres JK: Tak Mau Bayar Mahal Tol Trans Jawa Lewat Jalan Biasa Saja!
-
Usai Temui JK, Anies Targetkan 75 Persen Warga Gunakan Transportasi Umum
-
Sebut Kaum Milenial Banyak Pilih Jokowi - Ma'ruf, JK: Ini Bukan Kampanye
-
Peluang Menjadi PNS Sangat Kecil, Wapres JK Tawarkan Dua Pilihan
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi
-
Mulai dari Tuban, Pertamina Gulirkan Pasar Murah Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok
-
Energi Terbarukan Kian Digenjot, Teknologi Baterai Jadi Kunci Atasi Fluktuasi Listrik
-
ASDP Tunda Alihkan Rute Kapal Ferry Bajoe-Kolaka, Ini Penyebabnya
-
Pertamina Raih Efisiensi Setelah Ubah Sistem Distribusi FAME Lewat Pipa
-
Perhatian! 18 Emiten Diusir BEI dari Pasar Modal RI, Ini Daftarnya
-
OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance
-
Siap-siap! Pergi ke Stadion JIS Bisa Naik KRL Mulai Juni
-
Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK
-
IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis