Suara.com - Nirwan Ahmad Arsuka, penulis sekaligus pendiri Pustaka Bergerak, mempertanyakan janji Cawapres nomor urut 2 Sandiaga Uno yang mau menghapus pajak perbukuan.
Sebab, Nirwan menilai Sandiaga belum memerinci janjinya tersebut. Pasalnya, dalam pajak perbukuan juga ada item pajak royalti penulis sebesar 15 persen.
Menurutnnya, kalau Sandiaga juga mau menghapus pajak rolyalti tersebut, maka baru bisa dikatakan menguntungkan para penulis.
“Kalau yang dihapus adalah pajak royalti, ini tentu menguntungkan penulis. Pajak royalti itu sebesar 15 persen. Kalau potongan 15 persen ini dihapus, penulis akan menerima royaltinya 100 persen (penuh), dan bukannya 85 persen saja,” kata Nirwan saat dihubungi Suara.com, Selasa (5/3/2019).
Sedangkan jika yang dihapus adalah royalti penulis, menurutnya itu justru akan berdampak negatif pada penghasilan penulis. Bukan tidak mungkin penulis akan mengamuk.
“Jika menghapus royalti penulis 15 persen, maka ini pasti akan menjadi penindasan buat penulis. Jika para penulis mengamuk dan tidak mau menulis lagi, maka industri buku juga yang rugi, masyarakat juga rugi dalam jangka panjang," Nirwan menambahkan.
Sebelumnya, cawapres nomor urut 02 itu menilai jika pajak perbukuan sangat memberatkan masyarakat dan para penerbit buku.
Namun, dalam janjinya tersebut, Sandiaga tidak menjelaskan secara detail poin pajak perbukuan mana saja yang akan diubah atau dihapuskan.
Untuk diketahui, sedikitnya ada empat macam pajak dari kertas hingga buku sampai ke tangan masyarakat. Mulai dari pajak kertas yang mencapai 10 persen, pajak percetakan sebesar 10 persen, pajak royalti penulis 15 persen, dan pajak penjualan 10 persen.
Baca Juga: Solskjaer: Lebih Baik Menang 4-2 Ketimbang 2-0 di Paris
"Kami menerima berbagai masukan itu dan akan upayakan usulan dari masyarakat dan stakeholders perbukuan untuk menghapuskan pajak perbukuan, saya punya komitmen akan hal ini," ucap Sandiaga saat mengunjungi pameran Islamic Book Fair (IBF) 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (3/3/2019).
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Cara Mencari Lokasi ATM dan Kantor Cabang BRI Terdekat
-
Nominal Uang Pensiun DPR yang Resmi Dicabut MK
-
Jadwal dan Titik One Way Garut Selama Momen Idulfitri
-
Remitansi Pekerja Migran melalui BRI Lonjak 27,7 Persen di Momen Lebaran 1447 H
-
Biaya Transaksi BRI ke Sesama BRI, Bank Himbara, dan Bank Lain
-
Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz
-
Menteri Keuangan Batasi Pengajuan Anggaran Baru, Pangkas Anggaran Berjalan
-
Menkeu Ingin Bangkitkan Marketplace Lokal untuk Saingi Dominasi Aplikasi China
-
Pulang Kampung Lebih Tenang Ikut Mudik Gratis PLN, Simak Pengalaman Pemudik!
-
Spesial Lebaran, BRI Hadirkan Program Cashback hingga 20% Biar Tagihan Bulanan Jadi lebih Hemat