Suara.com - Masih tingginya harga tiket pesawat memang sangat membuat jengkel masyarakat. Salah satunya, Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri yang mendapat pengalaman buruk saat membeli tiket pesawat.
Pengalaman buruk ini terjadi pada saat Faisal Basri ingin mengajar di Pontianak, Kalimantan Barat pada bulan lalu.
Pada saat itu, Faisal tidak mendapatkan tiket kelas ekonomi Garuda Indonesia, sehingga dia membeli kelas bisnis.
Namun dia terkejut dengan harga tiketnya yang sebesar Rp 9 juta.
"Saya merasa terzalimi, saya mengajar ke Pontianak, pulang balik, beberapa jauh hari pesan ekonomi habis, terpaksa saya pesan bisnis Rp 9 juta, padahal alokasi dana tiket saya hanya Rp 2,7 juta," kata Faisal Basri kepada Suara.com.
Kemudian, setelah membayar dengan harga mahal tersebut, Faisal juga mengeluhkan pelayanan di lounge Garuda Indonesia yang berada di Bandara Soekarno-Hatta.
Menurut dia, pelayanan di lounge Garuda Indonesia, semrawut dan tidak dibedakan mana penumpang bisnis dan kelas ekonomi.
"Ini setelah pergantian dirut, poinnya susah buat siapa pun jadi CEO kalau sering diganti, belum menerapkan manajemen baru. Ini sudah keterlaluan, bulan sebelumnya dapat ekonomi yang paling mahal Rp 3,9 juta, nombok lagi," tutur dia.
"Kemudian jadwal penerbangan suka-suka, misalnya jamnya digabung, tapi dikasih tahu sehari sebelumnya, ini jadi semena-mena," Faisal menambahkan.
Baca Juga: Tiket Pesawat Mahal, Luhut dan Menhub Murka ke Garuda Indonesia
Maka dari itu, Faisal menilai, klaim maskapai Garuda Indonesia yang telah menurunkan harga tiket pesawat adalah kabar burung belaka.
Buktinya, saat ini tarif tiket pesawat masih terbilang tinggi seperti apa yang dirasakannya.
"Buktinya apa, bohong itu turunkan apa, enggak ada bohong itu. Ya mereka main diturunkan 10 seat pertama, selebihnya mahal," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Cek Katalog Promo Superindo Weekday Terbaru 4-7 Mei 2026, Diskon Gila-gilaan Awal Pekan
-
Telin dan DITO Telecommunity Perkuat Konektivitas Regional, Dorong Akselerasi Ekosistem Digital
-
Harga Pangan Nasional 4 Mei 2026: Bawang Merah Tembus Rp52.700/Kg, Cabai dan Gula Ikut Meroket
-
Waduh! Subsidi & Kompensasi Energi Bengkak 266%, Tembus Rp118 Triliun
-
LG Lebaran Sehat Hadir di Pasirlangu, Bangkitkan Harapan Warga Pascabencana
-
Bos BI Perry Warjiyo Beberkan Strategi Perkuat Stabilitas Rupiah
-
Apa Itu CNG? Ini Calon Pengganti LPG yang Diklaim Lebih Murah hingga 40 Persen!
-
IHSG di Zona Hijau, Ini Faktor Utama Penopang Penguatan Bursa Hari Ini
-
Pemerintah Minta Diversifikasi Produk IKM Demi Tumbuhkan Ekspor Kerajinan
-
Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp17.337 pada Awal Bulan Mei