Suara.com - Perusahaan penyedia aplikasi transportasi online Grab Indonesia menilai tarif ojek online (ojol) yang ditetapkan pemerintah masih rendah. Terkait kebijakan itu, perusahaan asal Malaysia itu malah ingin berupaya menaikkan tarif ojol.
Presiden Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata mengatakan, prinsip perusahaan adalah ingin meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi. Sehingga, dengan tarif bersih kepada pengemudi itu dirasa kurang menyejahterakan.
"Jadi ada upaya memang untuk menaikkan tarifnya. Konsep dari Grab memang kita sudah bicarakan ke pemerintah adalah untuk meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudinya," ujar Ridzki saat ditemui, di The Kasablanca, Jakarta Selatan, Kamis (28/3/2019).
Kendati demikian, Ridzki mengaku, Grab Indonesia kini sedang mempelajari terkait dengan tarif ojol yang ditetapkan pemerintah. Saat ini, sambung dia, pihaknya terus berkomunikasi dengan pemerintah terkait implementasi tarif ojol tersebut.
"Dari sini sudah lihat nih peraturannya seperti apa, mohon maaf kita sedang diskusi sekarang dengan pihak pemerintahan, bagaimana kita menjalankan ini implementasinya menuju 1 Mei," imbuh dia.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif ojol. Adapun tarif tersebut ditetapkan dalam tiga zonasi, Zona I meliputi Jawa, Sumatera dan Bali. Adapun, tarif batas bawah sebesar Rp 1.800 per kilometer, sedangkan tarif batas atas Rp 2.300 per kilometer. Selain itu terdapat biaya mininum dalam sekali perjalanan sebesar Rp 7.000 - Rp 10.000 per 4 kilometer.
Zona II meliputi Jabodetabek, yang biaya jasanya dipatok batas bawah Rp 2.000 per kilometer dan biaya jasa batas atas sebesar Rp 2.500 per kilometer. Selain itu biaya minimal sebesar Rp 8.000 - Rp 10.000 per 4 kilometer.
Sementara, Zona III meliputi Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua, biaya jasanya batas bawah Rp 2.100 per kilometer dan biaya jasa batas atasnya sebesar Rp 2.600 per kilometer. Selain itu, biaya jasa minimal sebesar Rp 7.000 - Rp 10.000 per 4 kilometer.
Baca Juga: Hubungkan Petani Lokal dan Konsumen, Panen.id Hadir ke Yogyakarta
Berita Terkait
-
Beralasan Ban Bocor ke Customer Agar Bisa Ngopi, Driver Ojol Ini Kena Sial
-
Menteri Luhut Apresiasi Langkah Grab Kembangkan Startup di Indonesia
-
Kisah Pilu Ojol di Makassar, Pelanggan Arogan Cancel Orderan Rp 300 Ribu
-
Ojol Girang Terima Order Nikita Mirzani, Tebak Berapa Uang Tip
-
Grab Bikin Sistem Keamanan Baru untuk Antisipasi Tiga Kecurangan Ini
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Iran Hancurkan Radar FP132 AS di Qatar, Amerika Kini 'Buta' dari Serangan Rudal Balistik?
-
Prabowo Siap Terbang ke Teheran, Damaikan Perang AS-Israel Vs Iran
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
Pernyataan Resmi Kemlu RI soal Serangan AS-Israel ke Iran: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog
Terkini
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek