Suara.com - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Penyedia Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan perguruan tinggi dengan membangun rumah susun sewa (rusunawa).
Salah satu yang sudah dilakukan adalah membangun dua tower rusunawa untuk mahasiswa dan dosen muda, serta para karyawan, di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
“Kementerian PUPR, melalui Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Barat, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan, sudah membangun dua tower Rusunawa di kampus ITB Jatinangor," ujar Kepala SNVT Penyediaan Perumahan Jabar, Achiral Agustiansjah, di Bandung, Kamis (25/4/2019).
Menurutnya, rusunawa kini menjadi salah satu pilihan bagi generasi milenial seperti mahasiswa di perguruan tinggi. Biaya sewa yang tidak terlalu mahal dan terjangkau, serta fasilitas yang memadai membuat mereka lebih nyaman saat tinggal di hunian vertikal yang dibangun pemerintah itu.
“Rusunawa setinggi lima lantai yang telah selesai dibangun pada 2017 dan 2018, di Kampus ITB Jatinangor. Fasilitas ini bertipe 36 untuk dosen muda, sebanyak 66 unit dan rusunawa mahasiswa dengan tipe 24 sebanyak 63 unit, serta hunian untuk penyandang disabilitas," ujarnya.
Pembangunan rusunawa ITB tersebut, imbuhnya, menelan biaya APBN masing-masing sekitar Rp 15 miliar dan Rp 17,5 miliar. Untuk memberikan kenyaman bagi para penghuninya, rusun ini juga telah dilengkapi dengan prasarana, sarana dan utilitas, seperti tempat parkir, saluran air serta listrik dan air bersih.
Rusunawa ITB dibangun di dalam lingkungan Kampus ITB yang sangat rindang, tepatnya di Jalan Letnan Jendral Purnawiraman, DR (HC) Mashudi No. 1 Desa Sayang, Kabupaten Sumedang.
Bangunan vertikal tersebut berwarna putih dan kusen dari alumunium, yang di dalamnya juga ada ruangan cukup besar untuk tempat pertemuan.
“Kami juga telah melengkapi setiap unit rusunawa dengan meubelair, seperti meja dan kursi makan, kursi tamu, tempat tidur dan lemari pakaian," katanya.
Baca Juga: Berkas Lengkap, 4 Pejabat KemenPUPR Segera Susul Penyuapnya di Sidang
Menurut pengelola rusunawa ITB Jatinangor, Usup Sukmana, hunian tersebut kini mulai ditempati beberapa keluarga dosen muda ITB. Fasilitas ini memiliki dua kamar, yakni kamar utama dan kamar anak, serta kamar mandi dan dapur yang memadai.
“Kami berharap, rusunawa ini bisa segera diresmikan. Pihak kampus juga sedang mengupayakan agar rusunawa ini bisa segera dihuni," terangnya.
Salah seorang penghuni, Andrie Saeful Nugraha menyatakan, isterinya merupakan dosen di ITB yang mengajar rekayasa pertanian biologi dan mendapatkan hunian di lantai dua Rusunawa ITB. Menurutnya, bangunannya sangat layak huni dan telah lengkap fasilitasnya.
“Kebetulan isteri saya dosen baru di ITB. Lokasi rusunawa yang dekat dengan tempat mengajar memudahkan sekali untuk pergi ke tempat kerjanya, apalagi anak juga sekolah dekat sini," katanya.
Hal senada disampaikan penghuni lainnya, Mochamad Firmansyah, yang bekerja sebagai asisten akademik di Rekayasa Hayati dan Rekayasa Pertanian ITB. Dia mengaku sangat nyaman tinggal di sini
“Semoga nanti rusunawa ini bisa cepat dihuni oleh para dosen ITB," harapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi
-
Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla
-
Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti
-
Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang
-
Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko
-
Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia
-
Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam
-
RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea
-
Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina