Suara.com - Sekretaris Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dadang Rukmana minta kepada milenial Jakarta untuk membeli rumah susun nempel stasiun yang kini dikembang memanfaatkan lahan PT KAI. Keuntungannya, milenial bakal dapat banyak keringanan.
Mulai dari subsidi bunga sampai cicilan ringan sampai 30 tahun. Harga rusunnya pun berkisar antara Rp 300 juta sampai Rp 500 juga.
"Kalau mau mencari rumah tapak dapatnya pasti di pinggiran, maka kami bangunkan yang nempel stasiun kalangan milenial bisa memanfaatkan itu," kata Dadang saat menjadi pembicara dalam diskusi yang diselenggarakan Forum Wartawan Pena di Jakarta, Rabu (9/5/2019) malam.
Dadang mengakui hunian bertingkat yang terdapat di stasiun Tanjung Barat dan Pondok Cina yang dibangun melalui sinergi BUMN PT KAI, Perumnas, dan BUMN Karya itu memang ditujukan bagi warga milenial.
"Kami akan seleksi pembelinya untuk memastikan bukan mereka yang sudah punya rumah. Sehingga dapat dipastikan pembelinya benar-benar mereka yang belum memiliki rumah," ujar Dadang.
Kalau disebut harganya yang mahal mencapai Rp 300 sampai Rp 500 juta, Dadang mengatakan pemerintah telah menyiapkan fasilitas subsidi bunga dan uang muka, bahkan jangka waktu angsurannya dapat diperpanjang sampai dengan 30 tahun.
Dadang mengatakan pemerintah telah mempelajari perilaku generasi milenial. Mereka sebenarnya belum membutuhkan hunian yang luas karena hampir sebagian besar waktunya dihabiskan di luar rumah, rumah bagi mereka hanyalah tempat transit.
"Hobi mereka itu traveling, menjalankan bisnis dengan teman-temannya sehingga jarang di rumah. Namun dengan berjalannya waktu, pada saatnya mereka akan menjadikan rumah sebagai destinasi, serta mulai berpikir untuk tinggal di pinggir Jakarta," jelas Dadang.
Dadang mengaku sudah terjadi perubahan paradigma di kalangan muda untuk tidak buru-buru mencari rumah, mereka lebih suka mencari hunian yang praktis meskipun sekedar menyewa untuk itu pemerintah mencoba menjembatani dengan hunian nempel stasiun, sambil menunggu mereka mampu membeli rumah tapak.
Baca Juga: Ini Rincian Tarif Rumah Susun Baru yang Dinaikkan Anies Baswedan
Sedangkan Wakil Ketua Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia, Hari Ganie mengatakan belum banyak anggotanya yang memahami konsep transit oriented develoment (TOD) yang dikembangkan. Pemerintah diharapkan segera menyiapkan regulasinya.
Kalau membangun hunian terintegrasi sudah banyak anggota REI yang membangun. Namun untuk konsep TOD ini memang baru apakah diharuskan terintegrasi dengan stasiun ataukah bagian dari urban development, ungkap Hari.
Hari mengaku potensi pasar milenial ini sudah dimonitor anggota REI sejak lama yang jelas sebagian besar memang beraktivitas di Jakarta dengan penghasilan direntang Rp3 juta sampai Rp15 juta, populasinya diperkirakan 30 persen dari jumlah penduduk Indonesia.
Hari mengatakan pengembang skala kota sebagian besar telah mengadopsi konsep integrasi dengan transportasi. Namun untuk konsep yang nempel stasiun masih baru bagi mereka untuk itu pemerintah diharapkan dapat menyampaikan regulasinya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil
-
Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026