Suara.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri marak dijumpai penyedia jasa penukaran uang di pinggir jalan. Salah satunya penyedia jasa penukaran uang yang sering mangkal di kawasan Kota Tua, Jakarta.
Nurdin (45), penyedia jasa penukaran uang yang sudah mangkal sejak tahun 2014 di Kota Tua ini mengatakan memasuki bulan Ramadan omzetnya mengalami peningkatan.
Menurutnya, penukaran uang yang paling laku di pasaran menjelang lebaran yakni uang pecahan dari nominal Rp 1.000 - Rp 10.000.
"Pecahan yang paling laku pas mau lebaran seperti ini Rp 10 ribu ke bawah. Selain harganya lebih murah peminatnya banyak," ujar Nurdin saat ditemui Suara.com, Senin (13/5/2019).
Di bawah teriknya matahari dengan menjejerkan uang kertas receh di atas bangku plastik, Nurdin terlihat gigih menjajakan jasanya penukaran uang. Diketahui, untuk mendapatkan uang receh dengan cara menukarkannya langsung di Bank Indonesia.
Untuk jasa penukaran uang kertas receh Nurdin mematok jasa Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu tergantung kesulitan mendapatkannya. Namun harga tersebut bisa ditawar tergantung kesepakatan.
Untuk hari kedelapan bulan Ramadan ini untuk mendapatkan uang receh tidak begitu sulit. Biasanya masyarakat akan ramai membeli di jasa penukaran uang pinggir jalan saat memasuki satu minggu sebelum lebaran.
"Biasanya seminggu sebelum lebaran pas BI sudah tutup itu baru makin ramai sehari bisa langsung habis, kalau sekarang masih standar tapi sudah ada peningkatan," tambahnya.
Nurdin menuturkan selain uang baru disediakan pula uang kertas receh yang sudah tidak baru. Untuk hari biasa Nurdin hanya mengandalkan jasa penukaran yang untuk langganannya saja yang sering lewat di Jalan Pintu Besar Utara, Jakarta Pusat.
Baca Juga: Raih 63,8 Persen, Prabowo Pencundangi Suara Jokowi di Kabupaten Bekasi
"Di hari biasa yang tukar uang yang ke kita orang mau ke pelelangan ikan Muara Angke sama langganan restoran makanya sudah pada tahu kesini," terangnya.
Untuk lebaran tahun ini, Nurdin mengaku sudah menyiapkan persediaan uang kertas pecahan receh. Belajar dari pengalaman terdahulu, menurutnya persediaan uang receh miliknya cukup hingga lebaran.
"Sudah siap uang kertas dari Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000 dan Rp 20.000 sampai lebaran nanti, kalau tidak cukup kita tukeran sama teman-teman di sini," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Catat! Ini Lokasi dan Jadwal Penukaran Uang Pecahan Kecil untuk Lebaran
-
Tukar Uang untuk Lebaran, BI Malang Siapkan Rp 4,7 Triliun
-
Ramai Tukar Uang Jelang Lebaran, BI Surakarta Tambah Pasokan Rupiah
-
7 Hal yang Bisa Kamu Lakukan saat Liburan ke Kota Tua
-
Tahun Baru, Kota Tua Buka Sampai Pukul 02.00 WIB Lho!
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026