Suara.com - Jelang lebaran banyak masyarakat membutuhkan dana tambahan untuk membeli keperluan untuk Hari Raya Idul Fitri. Salah satu, solusi yang tercepat untuk mendapatkan dana tersebut yaitu dengan cara gadai barang.
Mulai dari elektronik hingga emas bisa digadaikan masyarakat. Lantas bagaimana animo masyarakat jelang H-5 lebaran?
Direktur Jaringan, Operasi, dan Penjualan PT Pegadaian (Persero), Damar Latri Setiawan mengatakan, jelang Ramadan masyarakat berbondong-bodong ke pegadaian untuk gadaikan emasnya.
Namun dua minggu jelang lebaran, masyarakat kembali membayarkan emas yang digadaikan tersebut.
"Sebelum Ramadan gadai emas kami meningkat, akan tetapi dua minggu sebelum lebaran banyak yang nebus barangnya," kata Damar saat ditemui di Kantor Pegadaian Pusat, Jalan Kramat, Jakarta Pusat, Jumat (31/5/2019).
Menurut Damar, kondisi tersebut sudah biasa terjadi. Sebelum Ramadan masyarakat pastinya membutuhkan modal, tetapi setelah mendapatkan dana lebih masyarakat langsung menebus barang yang digadaikan.
Meski demikian, Damar tidak menyebut nilai peningkatan semua produk gadai tahun ini. Akan tetapi, pada tahun lalu semua produk pegadaian pada periode ramadan kenaikannya hingga Rp 80 miliar.
Senada dengan Damar, Pergadaian lainnya yaitu Super Gadai juga mengalami kondisi yang sama. Salah satu petugas Super Gadai, Riko mengungkapkan tak ada lonjakan masyarakat yang ingin gadaikan barang.
Riko menyebut, paling banyak mayarakat yang menggadaikan hingga 20 orang per hari.
Baca Juga: Pegadaian Stor Pajak Rp 1,4 Triliun di 2018, Naik dari Rp 1,26 Triliun
"Ya kalau orang gadai kan kebutuhan, jadi belum bisa pasti ada peningkatan. Kalau ada yang gadai setiap hari pasti ada," tutup dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
OJK: Bulan Ini Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen Dibuka ke Publik
-
PT Agincourt Resources Digugat Rp 200 Miliar oleh KLH
-
Kemenkeu Akui Inflasi Januari 2026 Naik Akibat Kebijakan Diskon Listrik
-
PMI Manufaktur Indonesia Naik ke 52,6 per Januari 2026, Unggul dari Vietnam
-
OJK Klaim Pertemuan dengan MSCI Berbuah Positif
-
Pandu Sjahrir Ingatkan Investor, Koreksinya IHSG Jadi Momentum Borong Saham
-
Purbaya Diminta Bereskan Piutang Dana BLBI, Berpotensi Rugikan Hak Keuangan Negara
-
BRI Apresiasi Nasabah Lewat Undian dan Kick Off BRI Consumer Expo 2026
-
Harga Emas dan Perak Dunia Turun Berturut-turut, Ini Penyebabnya
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?