Suara.com - Keberadaan rumah subsidi memang bisa dijadikan solusi untuk mendapatkan hunian. Hal ini karena harganya cukup murah, syarat untuk mendapatkannya pun terbilang cukup mudah, terutama bagi mereka Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Menurut Mart Polman, Managing Director Lamudi.co.id, keberadaan rumah subsidi ini merupakan solusi yang menarik untuk memiliki rumah ditengah meroketnya harga hunian. Apalagi bagi mereka generasi milenial, yang memiliki keterbatasan finansial.
"Rumah subsidi sangat cocok untuk generasi milenial, apalagi cicilan untuk membeli rumah ini sangat terjangkau, setara dengan harga smartphone murah " kata Mart.
Kendati ditawarkan dengan harga murah, Mart juga mengatakan membeli rumah jenis ini ternyata juga memiliki banyak kekurangan, untuk itu penting bagi para calon pembeli untuk mengetahui secara detail tentang apa yang harus diperhatikan ketika hendak membelinya.
Nah, bagi Anda yang berencana untuk membeli, berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan membeli rumah subsidi dari portal properti Lamudi.
Kelebihan Rumah Subsidi
1. DP Ringan
Saat ini harga rumah subsidi untuk di wilayah Jabodetabek sebesar Rp 148 jutaan. Karena harga rumah yang murah maka uang DP yang dikenakan ke calon pembeli juga cukup murah, yakni rata-rata Rp 10 jutaan, bahkan ada beberapa pengembang yang menawarkan uang muka hanya 1 persen.
2. Cicilan Ringan
Cicilan pembayaran rumahnya pun sangat ringan, rata-rata dikenakan Rp 1 jutaan per bulan. Tidak hanya itu, bunga yang dikenakan adalah fixed rate (tetap) hingga masa tenor selesai dengan jangka waktu maksimal 20 tahun.
3.Rumah Sudah Siap Huni
Biasanya hunian yang dibeli oleh pelanggan sudah berstatus sebagai rumah siap huni, skema ini memang sengaja dilakukan untuk melindungi pembeli dari adanya kasus gagal pembangunan. Nantinya, pelanggan tidak akan diperbolehkan untuk membayar cicilan rumah sebelum bangunan selesai dibuat.
Baca Juga: Ini Daftar Harga Jual Rumah Subsidi se-Indonesia 2019, Berapa di Jakarta?
Kekurangan Rumah Subsidi
1. Lokasi Jauh
Walaupun dijual dengan harga yang terjangkau, jenis rumah ini juga ternyata memiliki kekurangan, yaitu lokasinya yang jauh dari pusat kota. Wajar memang, karena harga lahan di pinggiran kota relatif lebih murah. Sebenarnya, jauhnya lokasi perumahan bukan lah masalah utama, jika memang di sekitar lokasi perumahan terdapat sarana transportasi umum ataupun jalan tol menuju pusat kota.
2. Bahan Bangunan Berkualitas Standar
Karena harga yang ditawarkan cukup murah, maka kualitas bahan bangunan yang diberikan bukan yang memiliki kualitas premium. Luas lahan yang disediakan juga tidak besar yakni hanya 60 meter persegi. Sedikit saran, saat hendak melakukan prosesi serah terima kunci, sebaiknya Anda terlebih dahulu mengecek kondisi fisik rumah. Periksa dengan detail apakah pemasangan keramik, genteng ataupun kusen sudah terpasang dengan rapi.
Itulah kelebihan dan kekurangan rumah subsidi yang perlu Anda ketahui dan pertimbangkan sebelum membeli.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Bulog Bidik APBN untuk Pengadaan 4 Juta Ton Beras 2026, Demi Lindungi Petani dan Jaga Harga Pangan
-
Muhammad Awaluddin Diangkat Jadi Dirut Jasa Raharja
-
Batas Telat Bayar Cicilan Mobil dan Simulasi Denda Sebelum Ditarik Leasing
-
Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik
-
Bulog Bersiap Ambil Kendali Penuh Pasokan Pangan Nasional dan Lepas Status BUMN
-
Tiga Alasan Harga Perak Akan Naik Bersama Emas Tahun Ini
-
Bos Bulog Tak Bantah Banjir Sumatera Pengaruhi Produksi Beras
-
ESDM Yakin Target Produksi Minyak 605 Ribu Barel per Hari 2025 Tercapai, Apa Rahasianya?
-
Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel Sesuaikan Kebutuhan Industri
-
Wacana Insentif Mobil Listrik Dicabut, IESR: Beban Lingkungan Jauh Lebih Mahal