- BUKA resmi fokus ke produk virtual dan gaming karena bisnis barang fisik anjlok.
- Strategi baru incar margin tebal melalui top-up game dan investasi digital.
- Bisnis gaming BUKA mulai sasar pasar luar negeri demi dongkrak pendapatan 2026.
Suara.com - Masa depan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) kini tengah berada di persimpangan jalan yang kian "abu-abu". Setelah resmi mengibarkan bendera putih pada bisnis marketplace yang membesarkan namanya, langkah sang unicorn pertama yang melantai di bursa ini kian dipertanyakan.
Tak tanggung-tanggung, Bursa Efek Indonesia (BEI) pun mulai "gerah" dan menuntut kejelasan arah bisnis perusahaan.
BUKA sendiri menjawab pertanyaan yang dilayangkan oleh BEI itu, emiten teknologi ini menjamin bahwa masa depan bisnis mereka tetap tumbuh dengan beralih ke segmen gaming dan produk virtual.
Sekretaris Perusahaan Bukalapak, Cut Fika Lutfi menjelaskan, perseroan kini tengah fokus melakukan transformasi dengan memperkuat ekosistem produk virtual yang memiliki margin lebih tebal serta potensi monetisasi jangka panjang.
"Perseroan berencana menargetkan pertumbuhan ekosistem marketplace produk virtual dengan fokus pada kategori yang memiliki tingkat utilitas tinggi dan struktur margin yang lebih baik," ujar Cut Fika dalam keterbukaan informasi di BEI dikutip Rabu (18/2/2026).
Langkah BUKA ini diambil sebagai respons atas melandainya performa marketplace physical goods (barang fisik). Hingga kuartal III-2025, jumlah pengguna aktif dan volume transaksi di segmen barang fisik menurun akibat penghentian sejumlah layanan demi efisiensi traffic.
Namun, Cut Fika menekankan bahwa segmen produk virtual tetap stabil dan justru mencatatkan pertumbuhan pengguna baru. Strategi ke depan adalah menambah variasi produk virtual yang relevan untuk meningkatkan retensi dan frekuensi transaksi pengguna.
"Hal ini mencerminkan bahwa produk virtual masih diminati dan tetap memiliki basis pengguna yang relevan sesuai arah pengembangan usaha perseroan," tambahnya.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah performa lini bisnis gaming. Hingga akhir 2025, ekosistem gaming BUKA menunjukkan tren positif, terutama didorong oleh layanan top-up game, penjualan voucher digital, hingga layanan streaming.
Baca Juga: Boleh Buka Puasa di KRL Saat Ramadan 1447 H, Ini Aturan dari KAI Commuter
BUKA tidak hanya jago kandang di pasar domestik, tetapi juga mulai memperluas jangkauan geografisnya. Ekspansi ini diklaim memberikan kontribusi pendapatan yang terus meningkat terhadap total pendapatan segmen gaming.
"Perseroan akan terus mengelola portofolio produk gaming secara selektif. Kami memandang segmen ini akan tetap menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan kinerja usaha perseroan pada 2026," tegas Cut Fika.
Selain gaming, BUKA juga membeberkan rapor hijau pada segmen investasi hingga kuartal III-2025. Peningkatan nilai aset kelolaan (asset under management) didorong oleh beragamnya pilihan instrumen mulai dari reksadana, surat berharga ritel, saham, hingga emas digital.
Dalam menjalankan strategi ini, manajemen menegaskan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian (prudent) untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan (growth) dan profitabilitas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Cerita Warga Solo Hadapi Pajak Opsen hingga Kaget Uang Tak Cukup, FX Rudy: Mohon Dipertimbangkan!
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
Terkini
-
Ilegal! Tambang Nikel Milik Bos Malut United Hingga Gubernur Maluku Disegel Prabowo
-
Mendag Akui Harga Minyakita dan Telur Naik Memasuki Ramadan
-
Purbaya Tambah Anggaran TKD Rp 10,65 Triliun ke Aceh, Sumut, Sumbar
-
ANTM dan PTBA Kembali Menyandang Status Persero
-
Daftar Lokasi Penukaran Uang Baru Emisi 2026
-
IHSG Terus Melonjak di Sesi I, 466 Saham Menghijau
-
Bantah Harga Ayam Melonjak Karena MBG, Mendag: Justru Jadi Lebih Stabil
-
Jelang Ramadan, Mendag Budi Santoso Pastikan Harga Ayam Ras Masih Terkendali
-
Ahli Feng Shui Ingatkan Masalah Finansial di Tahun Kuda Api, Waspasa Ledakan Belanja
-
Lebih Praktis dan Aman, Ini Nomor WhatsApp Indodana Finance Resmi