Suara.com - Muhammad Said Didu menanggapi komentar Menteri Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang menyarankan untuk menghentikan impor garam.
Luhut menilai kebijakan impor garam justru malah menyebabkan harga komiditas garam petani tanah air menjadi menurun.
Dikutip dari akun Twitter pribadinya @msaid_didu justru malah menyarankan kalau garam untuk kebutuhan industri harus di impor.
Pasalnya hasil produksi garam dalam negeri kualitasnya belum bisa memenuhi kebutuhan garam industri.
"Kalau untuk garam industri sebaiknya masih di impor," tulisnya seperti dikutip Suara.com, Rabu (24/7/2019).
Sebelumnya, Menko Luhut menyarankan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghentikan impor garam karena produksi garam industri secara nasional pada 2021 mencapai 800 ribu ton.
Produksi itu berpusat di pabrik garam Nusa Tenggara Timur. Karena itu, pemerintah seharusnya tak lagi perlu mengimpor garam.
"Ada lahan garam 5.270 hektare di Kupang NTT. Produksi garam industri tambah 800.000 ton pada 2021. Jadi sebenarnya enggak usah lagi impor-impor. Saya sarankan, presiden eloknya tidak usah ada impor-impor lagi lah, itu bikin kacau," ucap Luhut.
Baca Juga: Luhut Saran ke Presiden Jokowi: Jangan Impor Garam Lagi, Bikin Kacau
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Muhammad Awaluddin Diangkat Jadi Dirut Jasa Raharja
-
Batas Telat Bayar Cicilan Mobil dan Simulasi Denda Sebelum Ditarik Leasing
-
Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik
-
Bulog Bersiap Ambil Kendali Penuh Pasokan Pangan Nasional dan Lepas Status BUMN
-
Tiga Alasan Harga Perak Akan Naik Bersama Emas Tahun Ini
-
Bos Bulog Tak Bantah Banjir Sumatera Pengaruhi Produksi Beras
-
ESDM Yakin Target Produksi Minyak 605 Ribu Barel per Hari 2025 Tercapai, Apa Rahasianya?
-
Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel Sesuaikan Kebutuhan Industri
-
Wacana Insentif Mobil Listrik Dicabut, IESR: Beban Lingkungan Jauh Lebih Mahal
-
Bank Mandiri Perkuat Sinergi BUMN Bangun Huntara bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang