Selain itu, melesatnya kehadiran suatu media media start up menurut Sapto, juga ditentukan oleh momentum. Setidaknya ini berdasarkan pengalaman dia merintis dua media terakhir ini, yakni merdeka.com dan tirto.id.
“Merdeka.com momentum nya ada saat berita jatuhnya pesawat Sukoi. Saya habiskan 2 minggu cari konten sampai ujung. Tirto ketika hadir pertama kali akan buat model pemberitaan tentang data, apa yang bisa kita lakukan dalam pemilihan Gubernur DKI, Ahok dan AHY bicara apa kita cari data. Saat ia bicara case kita cek fakta dan ada sumbernya. Jadi begitu dilihat momentum kita memberikan value lebih terhadap pembaca. Tirto konten politik tidak terlalu besar, yang banyak dibaca teman-teman yang sifatnya humaniora,” katanya.
Adapun Titin Rosmasari, pemimpin redaksi CNN Indonesia, mengulas sisi bisnis industri televisi di tengah gempuran digitalisasi. Pemred Trans7 dan CNN Indonesia TV ini mengaku, industri televisi yang dinakhodainya seolah bermain di dua kaki, yaitu di era konvensional dan era new media atau digital.
“Konvensional dan offline dan bagaimana berkomunikasi dengan media. Ada tv yang sudah heavy dari awal di digital akhir ini mengalami dilema finansial. Apakah benar kita ada di dua kaki di dua dunia, mereka jawab iya. Yang kita sampaikan kita semua percaya internet things sudah dua dekade masuk masih ada yang tergagap,” ungkapnya.
Dia menyitir analisa Nielson yang menunjukkan penurunan penonton TV konvensional, namun realitas revenu atau pendapatannya relatif belum turun. Karena itu yang penting disasar saat ini adalah generasi Y, mengincar potensi spending money dari kalangan ini.
“Kebiasaan konsumsi media yang berubah, harus disikapi dengan perubahan model bisnis media itu sendiri. Kaitan internet, TV masih ditonton tapi internet semua orang hadir. Bisnis kita mau tidak mau akan kesitu. Juga isu lain bahwa konvergensi antar sektor sedang terjadi, termasuk di media terus tejadi,” katanya.
Selain itu, Titin juga masih percaya bahwa kemampuan menjaga pangsa pasar membuat industri media konvensional tidak serta merta akan rontok. Dia menyebut sejumlah brand media cetak yang tetap memiliki pangsa pasar dan stabil, yang tidak cuma bergantung dari oplah tetapi juga menggarap kegiatan offline seperti kerjasama event.
“Media cetak yang sudah 22 tahun hidup belum masuk ke ranah digital, dia ada web isinya sama dengan versi cetaknya. Sudah ada pembaca dan langganannya dia tidak mau bergerak ke versi digital. Era digital Indoensia tahapan masih panjang, bukan benar atau salah dalam mengambil keputusan 15-20 tahun lagi ia yakin media cetak masih bertahan. Ada teori the long tail theory for business.
Kembali ke industri televisi, transmedia sebutnya saat ini fokus pada bisnis media masa depan bukan menatap sunset industri. Melebarkan pilihan bagi generasi milenial, misalnya, yang tidak sekedar mencari berita tetapi membuat konten.
Baca Juga: Meskipun Sudah Kena Tegur, Kimi Hime Tidak Akan Ubah Konten YouTube
“Ada personalize konten untuk mereka,” katanya.
Berita Terkait
-
Sambangi Kantor Polisi, Ria Ricis : Salam Cinta untuk Netizen
-
Tiru Iklannya, Inilah Cerdikiawan Ala Driver Gojek yang Sesungguhnya
-
Ditegur Kominfo, Kimi Hime Janji Ubah Penampilan
-
Kembali Tampil Vulgar, Pertemuan Kimi Hime - Menkominfo Terancam Batal
-
Pernikahannya Disiarkan Langsung, Pasangan Youtuber Ini Patok Tarif Tinggi
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
-
Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.774.000/Gram Hari Ini, Saatnya Beli?
-
IHSG Diproyeksi Menguat Lagi, Investor Bisa Cermati Saham-saham Ini
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
Terkini
-
Kadin Wanti-wanti Manajemen DSI, Fase Awal Operasi Sangat Krusial
-
IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini, Masih di Level 6.100-an
-
Bank Indonesia Optimistis Inflasi Terkendali, Apa Buktinya?
-
Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.774.000/Gram Hari Ini, Saatnya Beli?
-
Fitch Ratings Proyeksi Profitabilitas ARTO dengan Dukungan Ekosistem GOTO
-
Tinggalkan Perang Bunga, BTN Kini Kejar CASA Lewat Ecosystem Banking
-
Harga Emas di Pegadaian Turun Semua Hari Ini, Cek Daftarnya di Sini!
-
Fitch Afirmasi Peringkat Bank Jago (ARTO) di Level A dengan Outlook Stabil
-
IHSG Diproyeksi Menguat Lagi, Investor Bisa Cermati Saham-saham Ini
-
Ratusan Bank dan Bank Syariah Resmi Merger Massal, Ini Dampaknya!