- Realisasi tahap pertama percepatan pembangunan jaringan irigasi oleh Kementan mencapai 99,93 persen dari target awal 280.880 hektare.
- Pembangunan tersebut mengacu Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto 30 Januari 2025.
- Kementerian Pertanian menargetkan pembangunan irigasi tahap kedua 225.775 hektare dan tahap ketiga 146.503 hektare.
Suara.com - Kementerian Pertanian mencatatkan realisasi tahap pertama percepatan pembangunan jaringan irigasi mencapai 99,93 persen dari target awal seluas 280.880 hektare.
Pembangunan itu mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk mendukung swasembada pangan nasional, yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto pada 30 Januari 2025.
"Dengan adanya Inpres Nomor 2 Tahun 2025, pemerintah mempercepat perbaikan dan rehabilitasi infrastruktur irigasi pada daerah irigasi yang sekitar 60 persen kondisinya kurang optimal dalam menyediakan air bagi persawahan,” kata Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Kementerian Pertanian, Hermanto lewat keterangannya yang dikutip, Sabtu (3/1/2026).
Untuk tahap kedua, Kementerian Pertanian menargetkan pembangunan seluas 225.775 hektare.
Adapun yang telah terealisasi meliputi jaringan irigasi utama yang sudah mencapai 83,46 persen, jaringan irigasi tersier 98,66 persen, serta pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi air tanah 92,25 persen.
Sementara untuk tahap ketiga, ditargetkan pembangunan irigasi seluas 146.503 hektare.
Adapun realisasinya telah mencapai 67,67 untuk pembangunan irigasi utama, jaringan irigasi tersier mencapai 87,57 persen, dan untuk pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi air tanah mencapai 93,91 persen.
Hermanto menyebut, pencapaian tersebut diraih kerjasama dan sinergi lintas sektoral.
Kementerian Pertanian menurutnya telah konsisten melakukan koordinasi serta sinkronisasi yang kuat dengan Kementerian Pekerjaan Umum, terutama melalui Ditjen Sumber Daya Air dan BBWS/BWS di tingkat daerah.
Baca Juga: Pemerintah Mau Stop Kran Impor Gula, Spekulan Siap Ambil Untung
Kedepan, katanya, implementasi Inpres 2 Tahun 2025 akan terus dilanjutkan dan diperkuat dengan berbagai kegiatan strategis lain seperti Optimasi Lahan dan Cetak Sawah Rakyat di seluruh wilayah Indonesia sebagai wujud komitmen Kementerian Pertanian menuju swasembada pangan.
Berita Terkait
-
Stok Beras Nasional Aman, Mentan/Kabapanas Setujui Permohonan Gubernur Mualem: 10.000 Ton Beras
-
Kementan Disorot Usai Rincian Bantuan Bencana Viral, Harga Beras Rp60 Ribu/Kg Dinilai Janggal
-
Mentan Klaim Tidak Ada Kekurangan Pangan di Wilayah Bencana Sumatera
-
ADHI Garap Proyek Pengendalian Banjir di Marauke
-
Mendag Bantah Mentan soal Impor Beras Ilegal di Sabang dan Batam: Itu Kawasan Bebas!
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
- Ini 4 Tablet Paling Murah 2026, Memori Tembus 256 GB
Pilihan
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
7 Fakta Viral Warga Sumsel di Kamboja, Mengaku Dijual dan Minta Pulang ke Palembang
-
Hasil Investigasi: KPF Temukan Massa Suruhan di Aksi Penjarahan Rumah Sahroni Hingga Uya Kuya
-
Munculnya Grup WhatsApp KPR-Depok hingga Pasukan Revolusi Jolly Roger Sebelum Aksi Demo Agustus 2025
Terkini
-
Mengapa Beberapa Pullback Pulih Memberi Isyarat Sesuatu yang Lebih Besar dalam Dagangan Forex
-
Dasco Tengahi 2 Menteri Beda Pendapat soal Dana Rehab Aceh: Nah, Salaman Dulu Dong
-
Meski Berstatus Persero, Danantara: ANTM-PTBA Masih Bagian MIND ID
-
Ekspansi ke Infrastruktur EV, Emiten TRON Siap Garap SPKLU
-
Anak Usaha Emiten ELSA Mulai Bisnis Energi Rendah Karbon Lewat Green Terminal
-
Ingat! Maskapai Wajib Beri Diskon Tiket Pesawat saat Mudik
-
Mengapa Antam dan PTBA Ditempeli Status Persero Lagi?
-
Harga Cabai Naik Jelang Ramadhan, Mendag Salahkan Hujan
-
Siap-siap! Purbaya Pastikan THR ASN Rp 55 Triliun Cair Minggu Pertama Puasa
-
Harga Daging Ayam Naik Jelang Ramadan, Ini Alasan Mendag