Suara.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN bakal membentuk tim independen untuk mencari penyebab terjadinya pemadaman listrik massal pada Minggu (4/8/2019). Tim independen ini dibentuk PLN untuk menghindari simpang siur soal penyebab padamnya listrik yang terjadi di Jakarta, Banten dan beberapa wilayah di Jawa Barat.
Sejak terjadi mati lampu masssal, pohon sengong disebut-sebut menjadi dalang putusnya jaringan listrik.
"Soal pohon sengon masih investigasi, tiang itu tinggi. Pohon tinggi berapa. PLN lagi investigasi, pihak independen yang investigasi biar objektif," kata Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Djoko Raharjo Abumanan di Kantor Ombudsman, Jakarta, Kamis (8/8/2019).
Djoko menjelaskan, tim independen tersebut terdiri dari guru-guru besar di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang sebelumnya telah bekerja sama dengan PT PLN.
"Kami undang gabungan perguruan tinggi untuk investigasi. Nanti akan ada Nanang ITB, Iwa garniwa. ITS ada Ontoseno. Kami ada kontrak kerjasama dengan 7 Perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Biar kita serahkan ke mereka," tutur dia.
Djoko pun, PLN selama ini pun membantah bahwa pohon adalah penyebab dari padamnya listrik tersebut. Ia menerangkan, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya terkena dampak dari jaringan listrik yang putus, sehingga menyembabkan padamnya listrik di sejumlah daerah.
"Bukan penyebab di sana (Suralaya). Selama ini kami tidak pernah bilang pohon. Tim investigasi yang akan cek. Blackout (listrik padam) yang jadi persoalan," ucap dia.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Akibat Blackout Massal, Ribuan TKA RRC Masuk Indonesia, Serius?
-
Ombudsman akan Investigasi Penyebab Pemadaman Listrik Massal
-
Aturan Direvisi, Pelanggan PLN Dapat Ganti Rugi 100 Persen dari Tagihan
-
Soal Kompensasi Blackout, PLN: Bukan Gaji yang Dipotong, Tapi Bonus Pegawai
-
Diperiksa soal Mati Lampu Massal, Ini yang Dicecar Ombudsman ke PLN
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen
-
Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!
-
Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026
-
OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal
-
Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi
-
Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun
-
Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz
-
Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak
-
Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?
-
Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar