Suara.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bakal segera melaporkan PT Shield Security Solution dan Warga Negara Asing Michael Olsson ke Kepolisian.
Pelaporan tersebut dilakukan Bank mandiri atas tuduhan PT SSS dan Michael Olsson menyebar kabar bohong transfer dana Rp 800 triliun.
Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas menjelaskan, pelaporan itu dilayangkan juga karena kedua pihak tersebut telah mencemarkan nama baik perseroan.
Menurut Rohan, perseroan memiliki bukti kuat untuk melaporkan kedua pihak tersebut kepolisian. Salah satunya, yaitu bukti tak ada transfer dana dari Barclays Bank ke Bank Mandiri.
"Kami juga laporkan Olsson ini ke Kepolisian karena bukti-bukti kami sangat kuat," kata dia dalam konferensi pers di Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat (30/8/2019).
Selain itu, Rohan juga akan menembuskan laporan tersebut ke Kementerian Hukum dan HAM. Karena, Michael Olsson yang berkewarganegaraan Swedia tak memiliki izin tinggal di Indonesia. Sebab, masa berlaku Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) telah habis.
Kendati demikian, Rohan belum tahu kapan pelaporan tersebut dilaksanakan. Pasalnya, saat ini pihaknya sedang menyiapkan bukti-bukti pelaporan tersebut.
"Dari bagian legal kami sedang siapkan dokumen. Dari Barclays Bank dokumen paling kuat," ucap dia.
Sebelumnya, Rohan kembali membantah adanya transfer dana sejumlah dana sebesar tersebut. Kalaupun ada, menurut Rohan secara logika tak masuk akal.
Baca Juga: Bank Mandiri Bongkar Detik-detik Hoaks Transfer Dana Rp 800 Triliun
"Kalau punya Rp 800 triliun, logika saja, itu udah orang terkaya," tukasnya.
Berita Terkait
-
Bank Mandiri Bongkar Detik-detik Hoaks Transfer Dana Rp 800 Triliun
-
Beredar Kabar Bank Mandiri Digugat Warga Swedia Rp 800 Triliun?
-
Bank Mandiri Bantah Digandeng WhatsApp untuk Pembayaran Elektronik
-
Diberitakan Mau Bangkrut, Bank Mandiri Pidanakan Media Online
-
Bank Mandiri Akan Bangkrut dan Diambil China Hoaks
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Emas Antam Mulai Perlahan Naik Lagi, Harganya Kini Rp 3.049.000/Gram
-
Antam Borong 6 Ton Emas per Tahun dari Anak Usaha Merdeka Group
-
Perancis dan Spanyol 'Lawan AS', Tidak Takut Ancaman Embargo Dagang Trump
-
Hormuz Terblokade: Harga Minyak Brent Melonjak ke 83 Dolar AS
-
Sasar Momentum THR, Sarinah Tebar Diskon hingga 50%
-
Bursa Kripto CFX Manjakan PAKD dengan Layanan Rekonsiliasi Transaksi yang Kian Fleksibel
-
Rasio Kredit Bermasalah KPR Meningkat, SMF Sebut Bukan karena Tenor Diperpanjang hingga 30 Tahun
-
Indonesia Bernegosiasi untuk Loloskan Kapal Tanker Pertamina dari Selat Hormuz
-
BHR Mitra Ojol Gojek Ditransfer Hingga 6 Maret 2026, Nominalnya Naik Tahun Ini
-
Saham ASII Diborong Lagi saat Harganya Murah