Suara.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita akan melarang peredaran minyak goreng curah mulai 1 Januari 2020. Selain alasan kesehatan, alasan pelarangan ini karena harga minyak goreng curah lebih mahal dari pada kemasan. Benarkah?
Untuk membuktikannya, Suara.com mencoba menelusuri kebenaran hal tersebut di Pasar Buncit, Jakarta Selatan Selasa (8/10/2019).
Ternyata harga minyak goreng curah di pasar ini Rp 11 ribu/Kg harga ini jauh lebih murah dibandingkan dengan minyak goreng kemasan bermerek yang di banderol Rp 14 ribu/Kg.
"Saya sih belum dengar (pelarangan minyak goreng curah), tapi memang biasanya yang membeli disini rata-rata pedagang yang pakai minyak dengan jumlah banyak, seperti pedagang pecel ayam, tukang gorengan," kata Muhlisin pedagang minyak di Pasar Buncit saat berbincang dengan Suara.com.
Muhlisin bilang, minyak goreng curah yang dijualnya ini merupakan minyak goreng yang bukan berasal dari daur ulang, tapi minyak yang berasal dari pabrik.
"Saya dapat minyak ini dari pabrik, mereknya Bimoli, Filma, kita memang takerin lagi ke seperempat, setengah kilo, sekilo. Ini minyak bagus bukan minyak bekas," katanya.
Muhlisin menjelaskan kalau seandainya minyak goreng curah dilarang, dirinya tak mempersalahkan, tapi dirinya mengaku kasihan dengan pedagang kecil yang mencari minyak goreng dengan harga yang murah dan rata-rata mereka adalah pedagang.
"Saya sih engga masalah, karena saya pasti naikkan harga, tapi kan kasian pembeli jadi mahal, beli minyak yang kemasan berarti lebih mahal. Kalau saya sih jual oke-oke saja," katanya.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan memberlakukan larangan peredaran minyak goreng curah mulai Januari 2020 mendatang. Sehingga, mulai tahun depan seluruh minyak goreng dijual dalam bentuk kemasan.
Baca Juga: Minyak Goreng Curah Bakal Hilang, Ukuran Bakwan Cs Makin Kecil
Namun bukan tanpa alasan Kemendag melarang peredaran minyak goreng curah. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, minyak goreng curah tak sehat untuk dikonsumsi.
"Yang minyak goreng curah itu tidak akan jaminan kesehatan. Itu minyak goreng bekas yang diolah sederhana dan tidak higienis," kata Enggar saat ditemui di kawasan Sarinah, Jakarta Minggu (6/10/2019).
Maka dari itu Enggar meminta kepada produsen untuk tidak menyuplai kembali minyak goreng untuk dijual secara curah.
"Jadi tidak lagi suplai minyak goreng curah. Alasan pertama karena kesehatan," kata dia.
Ia berharap, produsen bisa mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan dalam penerapan kebijakan wajib kemas minyak goreng.
"Diharapkan konsumen Indonesia menggunakan minyak goreng kemasan hasil produksi dalam negeri yang lebih higienis dan sehat," tandas Enggar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Setelah Libur Lebaran, Harga Emas Antam Mulai Naik Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram
-
Setelah Libur Panjang, IHSG Bergerak Dua Arah Rabu Pagi ke Level 7.100
-
Daftar Saham Lepas Gembok BEI, Bisa Diperdagangkan IHSG Hari Ini
-
Penghapusan KBMI 1 Masih Bertahap, OJK Pastikam Tidak Ada Unsur Paksa
-
Wall Street Anjlok, Investor Dihantui Lonjakan Harga Minyak dan Konflik Iran
-
Harga Minyak Dunia Naik Tinggi Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel
-
Tensi Geopolitik Timteng Panas, Ketahanan Energi RI Dinilai Paling Kuat di ASEAN
-
Update Arus Balik Lebaran 2026: Terminal Pulo Gebang Ramai, Perjalanan Tetap Lancar
-
Siap-siap! IHSG Bisa Anjlok Setelah Libur Panjang, Simak Rekomendasi Saham
-
IHSG Rawan Terkoreksi, Cek Saham yang Cuan setelah Liburan Panjang Berakhir