Suara.com - Airlangga Hartarto ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menggantikan posisi Darmin Nasution pada Rabu (23/10/2019) di Istana Negara.
Namun sayangnya, Ketua Umum Partai Golkar ini dinilai tak pantas menjabat sebagai Menko Perekonomian, karena latar belakangnya yang seorang politisi.
"Idealnya memang bukan politisi yang duduki jabatan Menko Perekonomian karena pos menko sangat strategis," kata Bhima saat dihubungi Suara.com, Rabu (23/10/2019).
Bhima mencontohkan Airlangga dinilainya gagal dalam menahan laju deindustrialisasi dalam negeri, lantaran sumbangsih sektor industri terus turun dalam perekonomian nasional.
"Pak Airlangga gagal menahan laju deindustrialisasi. Pada tahun 2015 kuartal II share manufaktur terhadap PDB sebesar 20,8 persen kemudian di tahun 2019 kuartal yang sama turun ke 19,5 persen. Laju pertumbuhan manufaktur pun 3,54 persen jauh dibawah pertumbuhan ekonomi yakni 5,05 persen," papar Bhima.
Bhima pun sebetulnya lebih berharap ke Menko Perekonomian sebelumnya yakni Darmin Nasution lantaran sudah hafal betul dengan kondisi ekonomi saat ini.
"Saya kira pak Darmin lebih paham kebijakan makro ekonomi dibandingkan Airlangga. Jadi ini penurunan kualitas kabinet ditengah tantangan resesi ekonomi di depan mata," katanya.
Jokowi mengumumkan formasi kabinetnya untuk periode 2019-2024. Airlangga Hartarto ditunjuk jadi Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian.
"Bapak Airlangga Hartarto sebagai Menko Perekonomian," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019).
Baca Juga: Dana Asing Kabur Rp 121 Miliar Usai Jokowi Umumkan Susunan Menteri
Jokowi berharap Airlangga bisa memberi terobosan serta mensinergikan antar kementerian dan meningkatkan penciptaan lapangan kerja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
-
Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
Terkini
-
Inflasi Februari 4,76% YoY, Kemenkeu Jamin Harga Pangan Aman di Ramadan-Lebaran
-
Hadapi Lonjakan Ramadan, PLN Perketat Inspeksi Pembangkit di Sumut
-
Danantara-INA Guyur Dana Rp 3,36 T ke Proyek Pabrik Kimia Milik Prajogo Pangestu
-
Vladimir Putin Turun Tangan, Siap Jadi Penengah Damaikan Situasi Timur Tengah
-
Perkuat Ekosistem Trading, Perusahaan Broker Global Tempuh Jalan Transformasi
-
Apindo: Ingatkan Risiko Krisis Listrik Akibat Pemangkasan Produksi Batu Bara
-
Qatar Stop Produksi LNG Usai Diserang Drone Iran, Harga Gas Eropa Meroket 54 Persen
-
Penjelasan Investasi Triliunan Danantara dan INA di Proyek Strategis TPIA
-
IHSG Naik Tipis Pada Sesi I di Tengah Badai Timur Tengah, 394 Saham Hijau
-
Rudy Mas'ud Gubernur Kaltim Punya Harta Melimpah: Aset Tersebar di Pelosok Negeri