Suara.com - Dua lembaga investasi raksasa milik negara, Danantara Indonesia dan Indonesia Investment Authority (INA), secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan emiten petrokimia PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan conditional share subscription agreement (CSSA) untuk proyek infrastruktur kimia bernilai fantastis.
Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan proyek Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) yang dikelola oleh anak usaha Chandra Asri Group, yakni PT Chandra Asri Alkali.
Proyek yang berlokasi di Cilegon, Banten ini, bukan sekadar ekspansi bisnis biasa, melainkan bagian dari langkah besar Indonesia dalam memperkuat kedaulatan industri manufaktur dalam negeri.
Berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani pada Selasa (3/3/2026), Danantara Indonesia dan INA telah memasuki fase komitmen modal yang konkret. Berikut adalah fakta-fakta keuangan terkait proyek tersebut:
- Suntikan Modal Bersama: Danantara dan INA berkomitmen untuk mengucurkan dana sebesar US$200 juta.
- Nilai Rupiah: Jika dikonversi dengan kurs Rp16.868 per dolar AS, nilai investasi gabungan ini mencapai sekitar Rp3,73 triliun.
- Total Nilai Proyek: Keseluruhan pembangunan fasilitas CA-EDC ini menelan biaya investasi total mencapai US$800 juta.
Pendanaan ini dialokasikan khusus untuk pembangunan fasilitas produksi kimia strategis yang ditargetkan menjadi motor penggerak rantai pasok domestik.
Kehadiran Danantara, yang merupakan lembaga pengelola investasi baru di Indonesia, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendukung hilirisasi industri strategis.
1. Spesifikasi Teknis dan Kapasitas Produksi
Proyek CA-EDC di Cilegon ini didesain sebagai fasilitas kelas dunia untuk memenuhi kebutuhan bahan baku kimia yang selama ini masih sangat bergantung pada pasar luar negeri. Pabrik ini akan memproduksi dua komoditas utama yang sangat dibutuhkan oleh berbagai industri manufaktur:
Baca Juga: Gandeng Perusahaan Asing, Perminas Mulai Misi Pencarian Mineral Kritis
- Caustic Soda (Soda Api): Fasilitas ini dirancang untuk memproduksi 400.000 ton caustic soda kering per tahun. Bahan kimia ini merupakan elemen krusial dalam industri pengolahan alumina, ekstraksi nikel, pembuatan sabun dan deterjen, hingga industri tekstil, kertas, dan pengolahan air.
- Ethylene Dichloride (EDC): Kapasitas produksi dipatok sebesar 500.000 ton per tahun. EDC merupakan bahan baku utama untuk memproduksi PVC, yang sangat penting bagi industri konstruksi dan pipa di Indonesia.
Dengan kapasitas sebesar itu, fasilitas ini diharapkan mampu mengerek kapasitas produksi domestik secara signifikan, sehingga Indonesia tidak lagi rentan terhadap fluktuasi harga dan pasokan global.
2. Dampak Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja
Sebagai salah satu daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), pembangunan pabrik CA-EDC ini juga memberikan dampak nyata bagi pembukaan lapangan kerja di wilayah Banten dan sekitarnya.
- Fase Konstruksi: Proyek ini diproyeksikan mampu menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja.
- Fase Operasional: Saat pabrik mulai berjalan, akan ada sekitar 250 tenaga kerja tetap yang mengoperasikan fasilitas ini secara harian.
- Target Operasi: Pembangunan terus dikejar dengan target mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2027.
Dampak jangka panjang dari proyek ini adalah penghematan devisa negara melalui pengurangan impor bahan kimia serta peningkatan daya saing industri manufaktur lokal yang kini memiliki akses bahan baku lebih dekat dan stabil.
3. Pernyataan Resmi Pimpinan Lembaga
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa investasi ini merupakan bagian dari visi besar untuk mempercepat transformasi ekonomi Indonesia melalui penguatan industri dari hulu ke hilir.
Tag
Berita Terkait
-
Danantara Pertimbangkan Skema 'Cicil' Beli 50 Pesawat Boeing oleh Garuda Indonesia
-
Danantara Bakal Ikut Kelola Dana Haji, UU BPKH Siap Digodok Ulang
-
Danantara Gaspol Bentuk Holding BUMN Maskapai, Target Semester I-2026 Rampung
-
Danantara Pertimbangkan Garuda Indonesia Cicil Beli 50 Pesawat Boeing
-
Impor Masih Dominan, Emiten Petrokimia TPIA Bidik Penguatan Pasar Domestik
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit
-
Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara
-
AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia
-
Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi
-
Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai
-
BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan
-
Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor
-
BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun
-
Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru
-
Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya