Suara.com - PT Viva Media Baru, perusahaan yang memayungi media massa daring VIVA.co.id dan VIVAnews, menjalin kerja sama strategis dengan Suara Merdeka Network.
Kerja sama dua perusahaan media massa daring tersebut tak hanya sebatas keredaksian, tapi juga bisnis digitalisasi media.
“Ini kerja sama strategis, karena Suara Merdeka merupakan pemimpin pasar media di wilayah Jawa Tengah,” kata Henky Hendranantha, Chief Operating Officer PT Viva Media Baru, dalam keterangan tertulis kepada Suara.com, Selasa (29/10/2019).
Ia menuturkan, penandatanganan kerja sama itu digelar di kantor pusat VIVA di The Convergence Indonesia, Kawasan Rasuna Epicentrum, Jakarta, Selasa.
Dalam acara tersebut, hadir President Director VIVA Anindya Novyan Bakrie, Komisaris PT Viva Media Baru Anindra Ardiansyah Bakrie, President Director PT Viva Media Baru David E Burke, dan CEO Suara Merdeka Kukrit Suryo Wicaksono.
“Setelah kerja sama ini, masing-masing pihak akan memperkuat jaringan pemberitaan. VIVA.co.id dan VIVAnews, akan mudah mendapat konten daerah, khususnya dari Jateng. Sedangkan Suara Merdeka akan memperkuat isu nasional-politik dan gaya hidup, dari kami,” kata dia.
Ia menjelaskan, melalui kerja sama ini, Suara Merdeka juga akan mendapat alih teknologi dan pengelolaan media, baik itu teknologi informasi, distribusi, maupun monetisasi. Secara tidak langsung, Suara Merdeka menjadi bagian atau afiliasi dari VIVA Networks.
"Ini merupakan contoh online dan offline bisa bersatu. Kami bisa mengembangkan digital Suara Merdeka, meski kami sedang belajar. Kemudian kami juga bisa menguasai ofline, karena yang ini jagonya Pak Kukrit," kata Anin.
VIVA juga memiiliki beberapa acara offline yang selama ini perlu dikembangkan lebih lanjut, seperti OnePride dan OnePrix.
Baca Juga: Suara.com Resmi Masuk Daftar Media Internasional Cek Fakta Terverifikasi
Ardi berharap kerja sama ini saling menguntungkan semua pihak. "Tentunya bisa membawa OnePride ke Jawa Tengah. Saya sangat bermimpi seperti itu," katanya.
Sementara itu, David Burke yakin di era digital ini butuh kolaborasi. "Tak bisa hidup sendiri. Apalagi Suara Merdeka 100 persen milik Jawa Tengah," katanya.
Suara Merdeka juga menyambut baik kerja sama ini. Menurut Kukrit, tidak salah pilih VIVA berkolaborasi dengan Suara Merdeka.
Dengan penduduk 35 juta jiwa, Jawa Tengah menjadi pasar yang menggiurkan. "Ini market yang luar biasa untuk dikembangkan," katanya.
Dia mengatakan, kerja sama ini membuat Suara Merdeka naik kelas, dari media regional menjadi nasional.
"Terima kasih, ini satu kehormatan. Mudah-mudahan tidak hanya bermanfaat bagi kita berdua, tapi buat bangsa dan negara," ujar generasi ketiga Suara Merdeka ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
3 Aturan yang Bisa Bikin IHT Bangkrut Menurut Para Buruh
-
Jakarta dan Bali 100 Persen Teraliri Listrik, Bagaimana Nasib Wilayah Lainnya?
-
Ekspor Satu Pintu Mulai Jalan, Ini Daftar Tugas-tugas Danantara Sumberdaya Indonesia
-
Penyebab Rupiah Terus Merosot, Nilai Tukarnya Rp18.066 per Dolar Hari Ini
-
Update Harga Pangan: Cabai dan Daging Murah, Minyak Goreng Melonjak Naik
-
Data Center Terisi Penuh Sebelum Operasi, Telkom Percepat Ekspansi Kapasitas NeutraDC di Batam
-
Telkom Luncurkan AIcosystem, Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
-
Pelemahan Rupiah ke Rp 18.000 Ikut Ancam Industri Minuman Kemasan RI
-
Rupiah Tertahan di Rp18.018, Ketegangan Global dan UU P2SK Masih Menekan
-
Kata Toko Ritel Mewah Milik Djarum Soal Kehadiran Kopdes Merah Putih