Suara.com - Bank Indonesia menilai pesantren bisa menjadi pusat perekonomian syariah di Indonesia. Apalagi jumlah pesantren cukup banyak.
Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan, dalam induk usaha tersebut, setiap pesantren bisa bertukar konsep unit usaha.
"Misalnya satu ponpes mengembangkan bisnis air minum, ini nanti dengan holding pesantren, dia akan bisa kembangkan ke pesantren lainnya. Atau ponpes satu punya usaha apa, itu bisa diekspor. Kami kembangkan holding itu," ujarnya dalam Indonesia Sharia Economy Festival (ISEF) di JCC Kawasan GBK Senayan, Jakarta, (12/11/2019).
Dody menuturkan, saat ini masih sedikit pesantren yang dikembangkan oleh BI. Jumlahnya baru 250 pesantren dari 32.000 pesantren.
"Kami memang telah menyusun program kapasitas SDM untuk pengembangan pesantren. Cakupannya luas, kelembagaan, kemandirian ekonomi. Kalau BI sendiri telah kerja sama pada 250 ponpes, kurang dari 1 persen," imbuhnya.
Dengan induk usaha ini, tambah Dody, pondok pesantren bisa mandiri melakukan kegiatan ekonomi, sehingga bisa menumbuhkan ekonomi syariah.
"Kami masih pilot project pengembangan holding pesantren. Induk usaha pesantren dalam skala nasional ini diharapkan mampu memperkuat pesantren, tidak hanya permodalan, tapi pasar dan askes informasi," kata dia.
Berita Terkait
-
KUR Turun Jadi Enam Persen, Subsidi Pemerintah Tetap
-
Bank Indonesia Ungkap Zakat dan Infak Orang Indonesia Masih Rendah
-
Modal Asing Masuk ke Indonesia Sudah Mencapai Rp 260 Triliun
-
Wapres Maruf: Banyak Orang Menyimpang Ikuti Tafsir Jalan Lain
-
Maruf Amin: Hukum Pesantren dari Fardu Kifayah Bisa Jadi Fardu Ain
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Harga Emas Melemah Setelah Sempat Kembali ke Level 5.000 Dolar AS
-
Cara Update Data Desil DTKS 2026 Agar Dapat Bansos
-
Apa Itu 'Saham Gorengan'? Ramai Dibahas Imbas Kasus PIPA dan MINA
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
IES 2026 Menjadi Ruang Dialog Ekonomi, Energi, dan Daya Saing Indonesia
-
Kemenperin Akui Baja China Jadi Masalah di Indonesia
-
Permintaan Obligasi Indonesia Turun ke Titik Terendah dalam Setahun Terakhir
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Pertamina Gagalkan Pencurian 10 Ton Minyak Mentah di Prabumulih
-
Arief Muhammad Rambah Bisnis Baru, Portofolio Usaha Makin Besar