Kemudian, ada tambahan investasi lokal sebesar 150 juta dollar AS. Ke depan, Mandalika Street Circuit dan kegiatan MotoGP diprediksi mampu mendatangkan 300.000 wisatawan asing per tahun. Juga, diharapkan ada peningkatan belanja wisatawan hingga 40 juta dolar AS per tahun.
“Kami optimistis MotoGP Indonesia 2021 akan dipadati penonton. Kami perkirakan event ini akan dapat menarik penonton hingga 100 ribu orang selama penyelenggaraan. Hal ini didasari oleh sejumlah hal antara lain jumlah fans MotoGP di Indonesia yang sangat besar. Selain itu, Sirkuit Mandalika yangmemiliki nilai lebih dibandingkan sirkuit lain yaitu Sirkuit Mandalika merupakan sirkuit terbuka dan akan menyajikan pemandangan indah bukit dan pantai, dibangun sebagai atraksi kelas dunia dalam kawasan The Mandalika yang merupakan destinasi pariwisata kelas dunia,” terang Ricky.
Faktor unggulan lain, imbuh Ricky, tingkat aksesibilitas menuju Sirkuit Mandalika. Sirkuit Mandalika hanya perlu ditempuh 30 menit dari Bandara Internasional Lombok. Penonton juga bisa mencapai Lombok via Bali baik melalui jalur udara maupun darat dan laut.
Pembangunan Mandalika Street Circuit telah dilakukan sejak September 2019 lalu dan saat ini telah memasuki tahap ground work dengan progress mencapai 30%. Sementara kegiatan pengaspalan akan dimulai pada Januari 2020.
Hingga saat ini, progres pembangunan masih on track. ITDC pastikan Mandalika Street Circuit dapat selesai pada akhir 2020 dan pelaksanaan MotoGP Indonesia dapat dilaksanakan pada 2021.
“Melihat progress pembangunan Sirkuit Mandalika, Kami yakin siap untuk menjamu tes pra-musim MotoGP 2021 seperti yang direncanakan oleh DORNA. Untuk itu kami akan memastikan pembangunan Sirkuit Mandalika selesai sesuai jadwal, sehingga MotoGP Indonesia dapat masuk kalender balap 2021. Guna mewujudkan hal tersebut, kami juga akan memastikan bahwa fasilitas penyelenggaraan sebuah sekelas event MotoGP dapat tersedia sesuai dengan standar dan ketentuan,” ujar Ricky.
Seperti yang diumumkan oleh Dorna Sports SL (DORNA), pemegang hak siar MotoGP, melalui www.motogp.com, Sirkuit Mandalika akan menjadi salah satu lokasi tes pra-musim 2021 oleh para riders, jika MotoGP Indonesia masuk ke dalam kalender 2021.
Tes pra-musim diperkirakan akan berlangsung Februari atau Maret 2021 sebelum musim 2021 dimulai. Tes pra-musim 2021 di Lombok (Sirkuit Mandalika) dijadwalkan berlangsung selama 3 hari seperti yang diumumkan oleh DORNA dan diperkirakan akan diikuti oleh semua contracted riders, sesuai peraturan FIM World Championship Grand Prix Regulation yang mewajibkan contracted riders untuk mengikuti sejumlah tes resmi yang dijadwalkan oleh penyelenggara MotoGP.
Sejauh ini hanya ada empat tes untuk musim 2021 yang diumumkan oleh DORNA, yaitu satu kali tes pra-musim selama 3 hari di Lombok, dua kali tes 1 hari pada hari Senin setelah event balap dan satu kali tes 2 hari masing-masing di sirkuit yang akan ditentukan kemudian.
Baca Juga: Sirkuit Mandalika Bakal Jadi Tuan Rumah Tes Pramusim MotoGP 2021
“Kami optimistis event MotoGP Indonesia 2021 yang dilangsungkan di Sirkuit Mandalika dapat berjalan dengan lancar karena banyaknya dukungan dari berbagai pihak. Ini tidak lepas dari semangat bahwa MotoGP Indonesia 2021 adalah event milik Indonesia, milik kita bersama, bukan hanya event milik ITDC atau MGPA. Kami akan berusaha sekuat tenaga untuk dapat menghadirkan event yang kita tunggu bersama ini. Penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2021 di Sirkuit Mandalika akan memenuhi impian banyak fans MotoGP di Indonesia untuk menyaksikan secara langsung di negeri sendiri,” tutup Ketua Steering Committee Happy Harinto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi
-
Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain
-
LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas
-
BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya
-
Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina
-
Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan
-
Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG
-
Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi
-
OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI
-
Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah