Suara.com - Kementerian Keuangan mencatat untuk tahun 2019 ada sekitar 74.953 desa yang mendapatkan aliran dana desa dari pemerintah pusat, jumlah data desa tersebut di dapat Kemenkeu dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Untuk tahun 2019 ini pemerintah menyiapkan sedikitnya Rp 70 triliun yang bakal langsung dibagikan secara bertahap kepada 74.953 desa tersebut.
"Untuk tahun 2019 jumlah desanya adalah 74.953, cara penentuan jumlah desa nanti rekan kami di Kemendagri. Jadi pada saat APBN diketok, nanti ini peruntukannya untuk siapa tentunya kita berdasarkan kepada surat dari Kemendagri yang menentukan jumlah desanya berapa. Hari ini yang kita terima adalah 74.953 desa," kata Dirjen Perimbangan Keuangan Astera Primanto Bhakti, dalam acara forum diskusi Forum Merdeka Barat 9, di Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (19/11/2019).
Menurut anak buah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ini, Kementerian Keuangan tugasnya hanya menyalurkan dana desa kepada seluruh desa yang terdaftar, sehingga kata dia untuk penyaluran dana desa ke desa yang fiktif bisa saja dilakukan karena Kemenkeu mentransfer dana desa berdasarkan data Kemendagri.
"Prosesnya adalah pada awal tahun, jadi setelah Dipa diketok, di dipa nanti akan ada jumlah penganggarannya berapa, di tahun 2019 adalah Rp 70 triliun kemudian ini kita salurkan melalui direktorat jenderal perbendaharaan dan untuk dana desa tahun 2019 ini kita berikan dalam 3 tahap. Pertama adalah 20 persen, 40 persen dan 40 persen," papar Astera.
Meski begitu kata Astera Kemenkeu pun memiliki syarat tersendiri ketika pihak desa ingin mencairkan dana desa yang ia nilai sudah sangat ketat. Semisal soal laporan APBD masing-masing daerah dimana anggarannya diperuntukkan apa saja.
"Pada saat kami ingin menyalurkan, ini ada persyaratan-persyaratan yang pertama yaitu adanya Perda APBD. Jadi biasanya masing-masing kabupaten kota menyampaikan APBD-nya kepada kami. itu nanti akan di-list, dilihat mana yang sudah itu nanti digabung dengan syarat yang kedua yaitu adanya Perda tentang tata cara pengalokasian dan rincian dana desa. Jadi kalau dua syarat ini belum dipenuhi maka tidak bisa salurkan," katanya.
Lebih lanjut Astera mengatakan sepanjang tahun ini sudah sekitar Rp 52 triliun anggaraan dana desa yang tersalurkan dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 70 triliun. Saluran tersebut menurut dia sudah sangat baik.
"Ini sebenarnya sudah cukup baik. Jadi itu dari segi penyaluran yang menjadi tupoksi kami dan kami sampaikan juga kami juga telah koordinasi dengan Mendagri dan kemendes dan juga dengan kemenko PMK terkait dengan program. Karena kami juga melihat daerah-daerah kelemahannya dari pada dana desa ini mungkin yang akan menjadikan bahan perbaikan buat rekan-rekan di Kemendesa dan Kemendagri yaitu misalnya kesesuaian dengan program, kemudian yang kemarin ada sistem pelaporan yang dianggap rumit," pungkasnya.
Baca Juga: Mendagri akan Sebar Surat Edaran Khusus Terkait Desa Fiktif, Apa Isinya?
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Optimisis, BCA Targetkan Penyaluran Kredit Tumbuh 10 Persen di 2026
-
2 Jenis Pangan Ini Harganya Bakal Meroket Jelang Ramadan
-
Harga Bawang Putih Naik, Mendagri Bunyikan Alarm Inflasi
-
Kuota BBM Pertalite Turun di 2026 Hanya 29,27 Juta KL
-
Mendagri Wanti-wanti Tingkat Inflasi, Harga yang Diatur Pemerintah Dilarang Naik
-
BPH Migas Klaim Hemat Rp4,98 Triliun Karena Subsidi Lebih Tepat Sasaran
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
BRI Tanggap Bencana Sumatera Pulihkan Sekolah di Aceh Tamiang Lewat Program Ini Sekolahku
-
Danantara Akan Atur Pemanfaatan Lahan yang Dirampas Satgas PKH dari 28 Perusahaan
-
Proyek Internet Rakyat Besutan Emiten Milik Hashim Mulai Uji Coba