Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku telah menerima data pegawai BUMN yang terpapar radikalisme dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD. Mahfud meminta Erick untuk segera mengatasi persoalan itu.
Menanggapi hal tersebut Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu membantah kabar tersebut dan menyebutnya itu adalah berita bohong alias hoaks.
"Itu berita hoaks," kata Ketua Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu Arief Poyuono kepada Suara.com, Selasa (10/12/2019).
Arief menyebutkan, memang akhir-akhir ini banyak sekali berita-berita yang tak benar bermunculan, sehingga berita bohong tersebut harus dibantah.
Dirinya pun menyebut bahwa data-data hoaks yang disampaikan oleh Mahmud MD merupakan data yang mengada-ngada dan menyesatkan.
"Data hoaks sangat mengada ngada kalau soal dugaan tumbuhnya gerakan radikalisme," kata Arief.
Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan radikalisme tidak bisa hidup di Indonesia. Baginya NKRI, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika adalah harga mati seperti apa yang disampaikan bapak bangsa Ir Soekarno.
Ditanya sudah seperti apa radikalisme di BUMN, Erick tidak menjawab lebih jauh. Namun dia mengatakan ada orang-orang di BUMN yang dia nilai mungkin mendapat masukan yang tidak benar.
Baca Juga: Menag: Pemindahan Materi Khilafah Tak Berkaitan dengan Radikalisme
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
Janji Percepat Bangun Huntara, Menteri PU: Tak Ada Warga Aceh Tinggal di Tenda Saat Ramadan
-
Penjelasan Kelola Dana Negara Rp200 T, Tegaskan Menkeu Tertipu Bank Himbara Hoaks
-
Berita Soal Rp200 Triliun Menguap Dipastikan Hoaks, Kemenkeu dan BRI Jamin Dana Aman
-
Begini Spesifikasi Huntara di Aceh Tamiang untuk Korban Bencana
-
Impor Tapioka Masih Tinggi, Pengusaha: Bukan Karena Stok Kurang, Tapi Harga Lebih Murah
-
5 Fakta Isu Menteri Keuangan Purbaya Tertipu Bank Himbara Rp200 Triliun
-
Rencana Peleburan Bulog-Bapanas Masih Proses Pembahasan
-
Kemenkeu: Berita Menkeu Purbaya Tertipu Bank Himbara 100 Persen Hoaks
-
Bansos PKH, BPNT dan BLT Tahap 1 Cair Februari 2026, Ini Cara Cek di HP Pakai NIK KTP
-
Gubernur Target Bank Jakarta Segera IPO Saham, Ini Persiapannya