Suara.com - Keberadaan e-sports di Indonesia juga berdampak pada perekonomian Indonesia. Salah satunya, pembukaan lapangan pekerjaan baru di sektor industri kreatif yang berimbas ke keuntungan terhadap sektor ekonomi yang tidak sedikit untuk Indonesia.
Ketua Umum Indonesia Esports Association (IESPA) Eddy Lim mengatakan, tak hanya menjadi atlet di industri ini, seseorang juga dapat berperan sebagai organizer, shoutcaster, konten kreator, dan berbagai profesi lain sesuai talenta.
"Tinggal bagaimana kita berpikir kreatif serta mengasah keahlian agar bisa masuk ke bidang-bidang tersebut," ujar Eddy dalam keterangannya, Selasa (14/1/2020).
Hal senada juga dikatakan oleh Pengamat Ekonomi dan juga Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo, menurutnya kompetisi e-sports yang banyak digelar di dalam negeri mempunyai peluang terhadap dampak ekonomi di Indonesia, seperti potensi devisa bagi negara dan termasuk penyerapan tenaga kerja.
"Saya setuju industri ini mampu mendatangkan devisa bagi negara dan juga karir baru bagi anak-anak muda di industri game berbasis online ini," kata Yustinus.
Menurutnya, industri e-sports dengan kompetisi yang banyak dilakukan, jangan dianggap sebelah mata tetapi sebagai peluang ekonomi dan dan dapat mengangkat nama baik Indonesia di luar negeri karena atlet yang berisi anak-anak muda telah sukses menjuarai berbagai macam game online tersebut hingga ke tingkat internasional.
Salah satu contoh industri di bidang e-sports yang disebutkan oleh Yustinus tersebut adalah permainan game mobile yang sangat digandrungi anak muda saat ini, PUBG Mobile yang sangat peduli dengan ekosistem e-sports di Indonesia. PUBG mobile sangat serius menjembatani para anak muda agar bisa melangkah menjadi atlet-atlet e-sports profesional.
Selain itu, PUBG Mobile juga berinvestasi miliaran rupiah dengan rutin menyelenggarakan kompetisi berjenjang di Indonesia di tingkat amatir ada PUBG College Championship, dan tingkat nasional PUBG Mobile juga menyelenggarakan PUBG Mobile Indonesia National Competition.
Di tingkat internasional, PUBG Mobile juga sukses mendatangkan devisa bagi Indonesia dengan mendatangkan tim-tim e-sports dari berbagai negara di Asia Tenggara untuk berkompetisi di PUBG Club Open South East Asia Final yang diselenggarakan di ICE BSD, Tangerang - Jakarta tanggal 22 - 23 Juni 2019 lalu.
Baca Juga: Mahfud MD: Draf RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja Rampung!
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Mark Dynamics (MARK) Tebar Dividen Rp90 per Saham, Berikut Jadwalnya
-
IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Minta Investor Tetap Tenang
-
Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026