Suara.com - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan bakal mempermudah proses izin importasi dua komoditas pangan yakni bawang putih dan bawang bombay. Khusus untuk kedua komoditas tersebut proses izinnya kini tak perlu lagi menggunakan izin impor dari pemerintah.
"Peraturan Menteri perdagangan nomor 27 tahun 2020 tentang perubahan atas peraturan menteri nomor 44 tahun 2019 tentang impor produk produk hortikultura, di mana komoditi bawang putih dan bawang bombay tidak lagi memerlukan izin impor untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Suhanto dalam konferensi pers via video teleconference di Jakarta, Rabu (25/3/2020).
Menurut Suhanto keputusan importasi tanpa syarat untuk kedua komoditas tersebut telah disetujui oleh para pemangku kepentingan dalam rapat koordinasi di tingkat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
"Kami merapat bersama dengan unsur dari Kementerian Pertanian dan Satgas pangan yang artinya telah mencapai kesepakatan, kami juga telah disampaikan oleh Kepala Badan karantina Kementerian Pertanian mengatakan bahwa prosedur karantina untuk produk impor bawang putih dan bawang bombay yang dilakukan dalam rangka keamanan pangan akan dilakukan tanpa syarat," kata Suhanto.
Saat ini pemerintah akan mendatangkan sedikitnya 150 ribu ton bawang putih impor untuk menekan harga bawang putih yang mahal, sampai saat ini sudah ada 11 ton bawang putih yang sudah masuk ke Indonesia.
"Sampai tanggal 9 Maret kemarin yang sudah masuk menurut pantauan kami sudah mencapai 11 ribu ton. Belakangan ini dirasakan oleh masyarakat bawang putih mengalami kenaikan yang cukup tinggi untuk itu sesuai dengan arahan bapak presiden agar langkah yang diperlukan impor dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan pokok bagi masyarakat," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah
-
Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah
-
Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan
-
Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya
-
Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele
-
Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029
-
Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK
-
Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei
-
OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun
-
Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026