Dari mulai penguasaan, penggunaan dan pengusahaan tanahnya. Kemudian usaha produksi, distribusi dan konsumsi ditata ulang dengan diperkuat dalam semangat Damara.
Khusus menghadapi dampak luas darurat kesehatan, Lumbung Agraria menggagas GeSLA Atasi Covid-19 untuk aksi solidaritas antara desa dengan kota. Salah satunya dengan mendukung ketersediaan stok pangan komunitas rentan di perkotaan menghadapi dampak pandemik.
Ada 4 skema aksi yang digagas dan dijalankan GeSLA selama masa krisis pandemi. Diantaranya, Pertama, aksi donasi pangan dari petani.
Melalui seruan solidaritas, serikat tani Anggota KPA di Jawa Barat, dalam dua minggu terakhir ini telah menyisihkan sebagian hasil panennya untuk dialirkan ke Lumbung Agraria sebagai bentuk solidaritas petani untuk diberikan secara gratis langsung kepada komunitas yang rentan terdampak krisis ekonomi akibat Covid-19, seperti jaringan buruh, pekerja sektor informal dan masyarakat miskin kota.
Kedua, aksi pangan sehat dan ekonomis. Ini adalah aksi ekonomi berbasis keswadayaan rakyat, yaitu menghubungkan antara produsen pangan skala kecil (petani, organisasi tani lokal, serikat) dengan konsumen prioritas.
Konsumen prioritas saat ini adalah buruh, miskin kota, nelayan dan pekerja informal yang rentan terdampak Covid. Menghubungkan langsung rakyat ke rakyat, produsen petani ke konsumen prioritas. Hal ini menjadi cara efektif memutus mata rantai distribusi pangan yang panjang berbiaya tinggi, yang selama ini rantai distribusinya dikuasai tengkulak, para spekulan, dan distributor besar.
Ketiga, Aksi Donasi Publik Gotong-Royong Bersama Petani. KPA juga membuka donasi bagi publik luas yang ingin bersolidaritas, tergerak untuk bergabung dengan inisiatif GeSLA Atasi Covid-19 ini melalui donasi uang, alat kesehatan (masker, hand sanitizer, dan lainnya).
Keempat, Aksi Jaga Desa-Kota Memutus Rantai Penyebaran Corona. Selain mendistribusikan pangan sehat, GeSLA bersama Tim Respon Darurat KPA membantu memobilisasi dukungan kesehatan seperti masker kain, hand sanitizer, desinfektan, panduan mitigasi resiko kesehatan untuk petani, dan kelompok rentan.
"Inisiatif ini juga menjadi bagian dari memperkuat ekonomi lokal, seperti mendorong para penjahit rumahan yang mengalami penurunan pendapatan untuk membuat masker kain," terangnya.
Baca Juga: Lagi Ada Wabah Corona, Bule-bule Asyik Telanjang Dada di Pantai Carita
Berita Terkait
-
Lagi Ada Wabah Corona, Bule-bule Asyik Telanjang Dada di Pantai Carita
-
Dokter Trenggalek Positif Corona, Alhamdulillah Anak dan Istrinya Negatif
-
Antrean Penumpang Commuter Line di Stasiun Bogor Membludak
-
Kisah Ojol Dapat Order Dikira Fiktif, Endingnya Bikin Bahagia Lahir Batin
-
Cerita di Balik Ganjar Siapkan Taman Makam Pahlawan Buat Medis Virus Corona
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
IHSG Longsor Lebih dari 4%, Sentuh Level Terendah Baru dalam 52 Minggu!
-
Beras Murah Naik Tajam, Harga Minyakita dan Cabai Bikin Emak-Emak Menjerit
-
Mudah dan Cepat, JKN Bantu Amalia Sehat
-
Dolar AS Menggila, Rupiah Tersungkur ke Level Rp17.658
-
IHSG Langsung Tersungkur Setelah Libur Panjang, DSSA Kena ARB
-
Emas Antam Lagi Nyungsep, Hari Ini Dibanderol Rp 2.764.000/Gram
-
Tabel Angsuran KUR BRI Terbaru 2026, Cicilan 12 Sampai 60 Bulan
-
Upaya Damai AS - Iran Mandek, Harga Minyak Dunia Naik Kembali
-
Produk Tembakau Alternatif Makin Dilirik, Akademisi Bicara Soal Harm Reduction
-
Harga Minyak Mentah Kembali Melambung, Ancaman Perang AS-Iran Bikin Pasar Panik!