Suara.com - Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS) Center memberikan donasi kemanusian senilai Rp 1 Miliar serta membagikan ribuan masker kepada masyarakat yang terdampak wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia.
Pemberian donasi ini merupakan bentuk dukungan HMS Center kepada pemerintah guna memotong mata rantai penyebaran wabah Corona Virus ini.
"Kami tulus dan ikhlas memberikan donasi ini. Ini demi kepentingan masyarakat yang sehat agar terhindar dari covid-19," ujar Ketua HMS Center, Hardjuno Wiwoho dalam keterangannya, Kamis (23/4/2020).
Turut hadir dalam acara pemberian donasi ini, Ketua Dewan Pembina HMS , Mayjen TNI (Purn) Dr. Syamsu Djalal, S.H., M.H, politisi senior Lily Wahid, serta Ketua Tim Advokasi Kesehatan HMS Center, DR D'Hiru.
Selaian donasi, HMS Center juga membagikan 5000 masker kepada masyarakat. Sebanyak 5000 botol jamu herbal Kenkona yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat juga dibagikan ditengah pandemi corona.
"Nawaitu kita, membantu masyarakat agar tetap sehat dan kuat menghadapi pandemi corona ini. Kami membagikan jamu tetes kenkona ini sebanyak 5000 botol kepada masyarakat. Ini setara dengan Rp 1 Miliar," tegasnya.
Sebelumnya, organisasi sosial kemasyarakatan ini telah menyumbangkan sejumlah kebutuhan seperti hand sanitizer, hand wash, cairan disinfektan dan makanan pokok ke sejumlah wilayah di Jabodetabek.
Mengusung tagar HMS Peduli#Bersama MenghadapiPandemiCovid19, HMS Center terus menggelorakan semangat hidup sehat kepada masyarakat.
"Kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam memutuskan tali rantai penyebaran wabah COVID-19 serta mengikuti anjuran pemerintah," tegas Hardjuno.
Baca Juga: Lelang Gaun untuk Donasi Covid-19, Gwyneth Paltrow Malah Kena Nyinyir
Dia menegaskan bantuan sosial ini merupakan wujud konkrit dukungan HMS Center kepada pemerintah dan para pejuang medis sebagai panglima perang penanggulangan wabah COVID-19 ini.
Dia memastikan, upayanya ini semata-mata misi kemanusiaan. Tujuannya, menjaga masyarakat agar kekebalan tubuhnya tidak drop di tengah pandemi covid-19 ini.
"Kita tidak bisa memprediksi kapan wabah ini berakhir. Insya Allah, kami siap membantu," ujarnya.
Rencananya, jamu herbal ini akan dibagi di sejumlah titik di Jabodetabek.
"Sekarang, kita sudah lakukan di Jaksel dan Tangerang. Kita akan masuk ke wilayah Zona Merah di Cibubur dan Bogor," ujarnya.
Sementara itu, Syamsu Djalal mengatakan pandemi virus Corona Covid-19 yang melanda Indonesia memengaruhi seluruh sektor perekonomian masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia
-
Pertamina Integrasikan Tiga Anak Usaha ke Sub Holding Downstream
-
PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%
-
Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
-
IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?
-
POP Merek: Terobosan DJKI Percepat Layanan Publik Dalam 10 Menit
-
Pupuk Indonesia Gandeng 1.620 Inovator Demi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional
-
Industri Sawit RI Sumbang Output Rp1.119 Triliun dan Serap 16,5 Juta Pekerja
-
Tukar Uang di BCA Minimal Berapa? Ini Tata Cara Jelang Ramadan 2026