Suara.com - PT Astra International Tbk (Astra) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Dalam RUPST itu, pemegang saham sepakat penggantian pengurus mulai dari komisaris hingga Direksi.
Pemegang saham sepakat untuk menunjuk Djony Bunarto Tjondro menjadi Presiden Direktur Astra. Djony menggantikan Prijono Soegiarto yang telah memimpin perusahaan hingga satu dekade terakhir. Sebelumnya, Djony menduduki kursi Wakil Presiden Direktur.
Nantinya, Prijono Soegiato mendapatkan peran baru sebagai Komisaris Utama perseroan.
"Dalam mata acara ketiga, dapat kami sampaikan sebagai berikut, mengangkat bapak Djony Bunarto Tjondro sebagai Presiden Direktur," ujar Chief of Corporate Affairs Astra International, Riza Deliansyah dalam video conference, di Jakarta, Selasa (16/6/2020).
Selain itu Komisaris Independen Perseroan Muhamad Chatib Basri dan Akihiro Murakami mengundurkan diri secara hormat dari Astra.
Sementara, posisi tersebut akan diduduki oleh Rahmat Waluyanto dan Apinont Suchewaboripont yang masing-masing menjabat Komisaris Independen.
Adapun berikut susunan Komisaris dan direksi Astra Internasional
Dewan Komisaris
- Presiden Komisaris : Prijono Sugiarto
- Komisaris Independen : Sri Indrastuti Hadiputranto
- Komisaris Independen : Rahmat Waluyanto
- Komisaris Independen : Apinont Suchewaboripont
- Komisaris : Anthony John Liddell Nightingale
- Komisaris : Benjamin William Keswick
- Komisaris : Mark Spencer Greenberg
- Komisaris : John Raymond Witt
- Komisaris : Stephen Patrick Gore
- Komisaris : Benjamin Birks
Direksi
Baca Juga: Tahap Keempat Donasi Nurani Astra: Paket Sembako Susul Ventilator dan Truk
- Presiden Direktur : Djony Bunarto Tjondro
- Direktur : Johannes Loman
- Direktur : Suparno Djasmin
- Direktur : Chiew Sin Cheok
- Direktur : Gidion Hasan
- Direktur : Henry Tanoto
- Direktur : Santosa
- Direktur : Gita Tiffani Boer
- Direktur : FXL Kesuma
Selain itu, dalam RUPST juga disetujui pembagian dividen sebesar Rp 8,66 triliun ke pemegang saham.
"Sebesar Rp 8,6 triliun atau Rp 214 setiap saham dibagikan sebagai dividen tunai," kata Riza
Nilai dividen yang diberikan sekitar 39,91 persen dari laba perseroan pada 2019 sebesar Rp 21,70 triliun.
Pembagian dividen itu, termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp 57 setiap saham atau seluruhnya berjumlah Rp 2,30 triliun yang telah dibayarkan pada tanggal 30 Oktober 2019.
Sisanya sebesar Rp 157 setiap saham atau seluruhnya berjumlah Rp 6,35 triliun akan dibayarkan pada tanggal 10 Juli 2020 kepada Pemegang Saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 26 Juni 2020.
Dalam hal ini, perseroan memberikan wewenang kepada Direksi Perseroan untuk melaksanakan pembagian dividen tersebut dan untuk melakukan semua tindakan yang diperlukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat
-
Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara
-
Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak
-
Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks
-
Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi
-
Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026
-
Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025
-
Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram
-
Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi
-
Pemerintah Justru Pusing Harga Telur Terlalu Murah