Suara.com - Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra berharap Pandemi Covid-19 selesai pada akhir tahun 2020. Dengan begitu, pada akhir tahun ini industri penerbangan mulai bergairah, karena masifnya operasional penerbangan.
Menurut Irfan, gara-gara Pandemi Covid-19, pendapatan andalan maskapai hilang sekejap mulai dari penerbangan mudik, haji hingga liburan sekolah.
"Massif operation hilang. Tinggal satu opsi saja untuk dinikmati akhir tahun," ujar Irfan dalam sebuah diskusi yang digelar secara virtual pada Jumat (19/6/2020).
Irfan mengaku, dengan hilangnya pendapatan tersebut membuat kondisi keuangan Garuda terseok-seok. Namun beruntung, lanjut Irfan, ada dana talangan yang didapat dari pemerintah untuk bisa bertahan dari kondisi pandemi yang terjadi saat ini.
"Sangat berarti satu minggu terakhir dana talangan kepada GA dengan segala macam alasannya, tapi sekarangg prosesnya masih berlangsung. Ini masih insyaAllah, belum Alhamdulillah," kata Irfan.
Dalam hal ini, tambah Irfan, semua pemerintah di dunia memang harus berperan untuk mempertahankan maskapai penerbangannya.
"Government kami BUMN mereka punya pemilik perusahaan kita harus terima kenyataaan Garuda Indonesia bisa dapat 500 juta dolar AS. Hampir di semua negara pemerintah terlibat aktif karena ini bisa jadi dasar," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif