Suara.com - Pemerintah meluncurkan program penjaminan kredit modal kerja bagi UMKM dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. Langkah tersebut dilakukan untuk menghidupkan kembali perekonomian di tengah pandemi virus corona.
Dalam acara yang dilakukan secara virtual tersebut juga dihadiri oleh 5 menteri ekonomi Presiden Joko Widodo (Jokowi), di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri BUMN Erick Thohir.
Dalam acara tersebut, Menteri Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan program penjaminan modal kerja khusus UMKM ini, pemerintah menjamin pinjaman hingga 80 persen bagi pelaku usaha yang mendapatkan pinjaman modal kerja dari perbankan.
"Penjaminan modal kerja dijamin pemerintah 80 persen. Targetnya Rp 100 triliun sampai dengan 2021. Presiden meminta ini supaya turun ke bawah, kepada yang berhak yang menerima," kata Luhut dalam acara tersebut, Selasa (7/7/2020).
Luhut mengungkapkan bahwa pelaku UMKM adalah tulang punggung atau backbone perekonomian nasional. Sehingga memiliki peran penting dalam membangkitkan kembali perekonomian saat pandemi virus corona atau Covid-19.
"UMKM adalah backbone dan sekarang sudah berjalan dengan baik. Saya pikir ini suatu sistem yang terpadu, walaupun lama tapi ini sudah berjalan," katanya.
Selain program ini, pemerintah kata Luhut juga sedang menyusun bantuan finansial dan non finansial bagi koperasi yang kesulitan karena Covid-19.
"Kita sedang menghitung dan diharapkan bulan ini bisa terselesaikan," harapnya.
Tujuan dari program ini kata dia adalah untuk mencegah PHK dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Pemerintah menyusun berbagai stimulus untuk membantu sektor usaha ini dengan berhati-hati.
Baca Juga: 5 Menteri Luncurkan Program Penjaminan Modal Kerja UMKM
"Kita butuh realisasi belanja yang cepat dan tepat tanpa menghilangkan governance yang baik. Semua kami lakukan secara terintegrasi antarkementerian," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Rupiah Tembus Rp17.391, Sinyal Bahaya atau Puncak Krisis bagi UMKM?
-
Hati-hati! Pinjol Ilegal Masih Marak, Incar Puluhan Ribu Korban
-
Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dibuka, Target Transaksi UMKM Tembus Rp2,5 Triliun
-
Apa Saja Jenis Pinjaman yang Tercatat dalam BI Checking? Ini Daftar Lengkapnya
-
UMKM RI Terjebak 'Simalakama': Pintar Produksi Tapi Gagal Jual Gara-gara Gempuran Barang Impor!
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok