Suara.com - Pemerintah terus menegaskan komitmennya dalam membangun kemandirian energi sebagai pondasi bangsa Indonesia di masa mendatang.
Dalam pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR, misalnya, Presiden Joko Widodo kembali menyatakan, Indonesia berhasil memproduksi dan menggunakan biodiesel 20 persen (B20), kini tengah berupaya meningkatkannya menjadi 30 persen (B30).
Tak berhenti di situ, Indonesia berhasil memproduksi bahan bakar diesel yang 100 persen bahan bakunya dari minyak kelapa sawit (D100).
Dengan kapasitas produksi 20.000 barel per hari, presiden meyakini minimal satu juta ton sawit bakal terserap dalam setiap proses produksinya.
"Belum lagi dalam hal sosial kemasyarakatan, industri sawit sangat membantu dalam upaya penanggulangan kemiskinan," ujar Direktur Penghimpunan Dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Sunari, dalam diskusi virtual bertajuk Digitalk Sawit, Selasa (18/8/2020).
"Data kami mencatat hingga saat ini ada setidaknya 4,2 juta tenaga kerja langsung dan 12 juta tenaga kerja tidak langsung yang menggantungkan hidupnya di industri sawit nasional. Di dalamnya, ada sekitar 2,4 juta petani swadaya yang terlibat, dan secara total 4,6 juta pekerja lain yang masuk dalam ekosistem sawit di Indonesia," Sunari menambahkan.
Besarnya manfaat serta sumbangsih industri sawit terhadap perekonomian nasional tersebut, menurut Sunari, sudah seharusnya disampaikan secara masif ke masyarakat, terutama generasi muda, khususnya di kalangan milenial.
Penyampaian informasi itu penting guna mengcounter berbagai berita miring tentang industri sawit yang sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak yang merasa terancam ketika nantinya Indonesia benar-benar dapat mencukupi kebutuhan energinya secara mandiri.
"Dengan begitu impor minyak kita bakal bisa ditekan, atau bahkan bisa sama sekali tidak impor lagi karena kita sudah bisa mencukupi kebutuhan energi dalam negeri secara mandiri," kata Sunari.
Baca Juga: Deretan Aset Nurhadi Disita KPK: Mobil, Vila Mewah hingga Kebun Sawit
"Nah, kondisi ini harus dipahami betul oleh kalangan milenial, karena mereka bisa dibilang adalah penggerak atau frontliner bagi pengembangan industri sawit nasional di masa mendatang," Sunari menambahkan.
Untuk penyelenggaraan Digitalk Sawit kali ini, dijelaskan Sunari, merupakan gelaran lanjutan yang segaja difokuskan untuk masyarakat muda di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta.
Sebelumnya, acara Digitalk juga digelar dengan berfokus pada generasi muda di wilayah-wilayah lain, seperti Sumatera dan juga Kalimantan.
Dengan sengaja digelar dari kota ke kota secara bergiliran, diharapkan juga bakal semakin banyak lagi kalangan milenial yang bisa dirangkul dalam kampanye positif soal industri sawit.
"Terakhir, dengan adanya rangkaian acara Digitalk ini, diharapkan dapat mengajak generasi milenial ikut bangga terhadap upaya pemandirian energi lewat pengembangan industri sawit nasional. Selain itu juga dengan pemahaman yang benar, milenial Indonesia dapat ikut mengcounter balik serangan berupa kampanye negatif yang selama ini masih kerap menimpa industri sawit nasional," tegas Sunari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Tumbuh Double Digit Sepanjang 2025, BRI Bukukan Laba Rp57,13 Triliun
-
Berbalik Melonjak, Ini Daftar Lengkap Harga Emas Antam Terbaru Hari Ini
-
Pembatasan Tar-Nikotin Dinilai Ancam Industri Kretek dan Lapangan Kerja
-
Dolar AS Melemah, Rupiah Menguat ke Level Rp16.754
-
Bos Agrinas Pangan Akui Sekitar 1.000 Unit Pikap Asal India Tiba di RI
-
IHSG Fluktuatif di Awal Perdagangan, Cermati Support 8.200
-
Gen Z Terjepit 'Sandwich Generation' Begini Strategi Prudential Siapkan Dana Mapan
-
Studio Toge Productions Pertimbangkan Pergi dari Indonesia Usai Ngaku 'Dipalak' Pajak
-
Strategi Live Maraton dan Konten Kreatif Jadi Kunci Dongkrak Transaksi E-Commerce di Musim Ramadan
-
Mantan Bos GoTo Bongkar Asal-Usul Dana Rp809 M di Sidang Chromebook: Hasil 32 Juta Lembar Saham Baru