Suara.com - PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk perusahaan produk ikan beku atau frozen seafood optimis bisa meraih laba pada semester II 2020 setelah perseroan melihat adanya perbaikan pada awal semester II 2020.
Direktur Utama PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk, Ewijaya mengatakan, perbaikan itu terlihat dari sisi penjualan yang mulai naik, meski belum berbalik ke kondisi normal.
"Semester II kita sangat optimis akan terjadi perbaikan terhadap semester I jadi yang kita harapkan perseroan bisa mempertahankan profitabilitas di semester II. Cuma angka besarannya kita belum tahu detail, karena kita sedang mengassest tiap minggu prospek penjualan," ujar Ewijaya dalam RUPST di Jakarta, Rabu (19/8/2020).
Ewijaya menyebut, bisnis perseroan sangat terpukul dengan adanya pandemi covid-19. Bahkan, pandemi ini membuat penjualan secara tiba-tiba merosot, sehinga menyebabkan perseroan alami rugi Rp 8,07 miliar.
"Struktur biaya perusahaan dalam waktu tertentu kita ada yang variable, tapi pandemi terjadi secara tiba-tiba dalam tiga bulan tak bisa mengubah semua struktur menjadi variable, tentu saja masih ada cost dalam bentuk fix, sehingga penurunan penjualan mau tak mau menimpa laba rugi perusahaan," jelas dia.
Namun begitu, Ewijaya menyebut, perseroan telah memiliki strategi untuk menghadapi pandemi ini. Salah satunya, melakukan efisiensi biaya dalam segala hal.
Selain itu, perusahaan juga berusaha untuk mencari pangsa pasar baru dengan mencoba merambah ke Arab Saudi hingga China.
Untuk diketahui, pangsa pasar produk DFSI mayoritas masih diekspor ke Amerika Serikat sebesar 66 persen, kemudian Eropa 15 persen, Jepang 7 persen, Australia 6 persen, dalam negeri 5 persen dan negara lainnya 1 persen.
"Kalau Saudi Arabia kita menunggu aproval perizinan, mungkin dalam 1-2 bulan ini kita sudah dapat. Pasar China masih penjajakan, kalau Hong Kong kita sudah ekspor, China target kita melakukan penjualan," pungkas dia.
Baca Juga: Disambar Ikan Makerel Seberat 18 Kg, Pemancing 56 Tahun Ini Tewas
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
Rupiah Masih Perkasa di Jumat Pagi ke Level Rp 16.844/USD
-
Bahlil Deklarasikan Dirinya Sebagai Menteri Anti Impor
-
HSBC Indonesia Bidik Penggunaan Kartu Kredit Bakal Melonjak di 2026
-
IHSG Dibuka Menguat Tapi Langsung Merosot ke Level 8.974 di Jumat Pagi
-
Ada 18 Bank Mau Bangkrut di Tahun 2026, Ini Bocorannya
-
Gara-gara Ini, Jumlah Tabungan Rp5 Miliar Meningkat
-
Geopolitik Global Memanas, AWKI Dorong Penguatan UMKM hingga Ketahanan Pangan
-
OJK Serahkan Tersangka Investree ke Kejari Jaksel
-
Mentan Amran Keluarkan Ancaman Tanggapi Keluhan Terkait Impor Sapi
-
LPS: Bunga Penjaminan Simpanan Bank Masih 3,5 Persen