Suara.com - Seiring semakin maraknya tren influencer marketing, tak heran jika banyak yang bertanya-tanya bagaimana cara kerja sama dengan influencer. Sangat penting bagi Anda untuk mengetahui cara memilih influencer yang tepat untuk brand Anda. Bekerja dengan mega-influencer, misalnya, memang sangat baik untuk brand awareness. Namun kampanye micro influencer malah terbukti punya performa yang baik dalam hal engagement dan konversi. Lebih detailnya, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
Jenis-jenis Influencer
Sebelum membahas tentang bagaimana cara kerjasama dengan influencer, sebaiknya Anda mengetahui jenis-jenis influencer terlebih dahulu.
Mega-influencers, mempunyai follower mencapai jutaan. Biasanya, mereka adalah kalangan selebritas yang menggunakan media online untuk berhubungan dengan fanbase yang sudah ada sebelumnya. Dengan jumlah pengikut yang besar ini, maka bagaimanapun, engagement para influencer ini terbatas dari 2 sampai dengan 5% saja.
Macro-influencer, mempunyai 10 ribu sampai dengan 1 juta follower, dan engagement mereka biasanya sekitar 5 sampai dengan 25%. Jumlah follower micro-influencer ini mungkin lebih rendah dari 500, tapi dengan audiens yang kuat afinitasnya, maka mereka bisa meraih engagement hingga 50%.
Cara Kerja Sama dengan Influencer
Ada beberapa tips yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih influencer yang tepat, yaitu:
- Sesuaikan dengan budget yang Anda siapkan untuk marketing.
- Pilihlah yang cocok dengan target pasar bisnis Anda.
- Mulailah strategi influencer marketing Anda dengan menentukan skala promosi yang akan dilaksanakan.
- Selalu pilih influencer yang memiliki reputasi baik di bidangnya.
- Keterikatan atau engagement antara influencer dengan follower juga perlu Anda cermati. Sebab, hal itu bisa menjadi sebuah tolok ukur bagaimana promosi produk Anda akan menyentuh calon konsumen Anda.
- Pastikan juga intensitas influencer dalam melakukan posting.
- Yang tidak kalah pentingnya, selalu buatlah perjanjian yang jelas dengan influencer Anda.
Itulah beberapa informasi penting tentang influencer marketing yang perlu Anda pahami. Ingat, bahwa influencer yang Anda pilih harus bisa membangun citra positif brand atau produk Anda. Jangan sampai Anda malah mempertaruhkan kelangsungan bisnis Anda dengan memilih orang yang keliru.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Baca Juga: Cara Kerja Influencer Marketing, Strategi Ampuh untuk Pemasaran
Tag
Berita Terkait
-
6 Fakta Suraj Chavan, 'Justin Bieber' India yang Viral Usai Jadi Jutawan dan Menikah
-
Dinilai Mirip Justin Bieber, Suraj Chavan Dinobatkan Jadi Pria Paling Tampan di India
-
Keadilan Terjawab! Peretas Ponsel Tiara Aurellie Divonis 15 Bulan Penjara
-
Profil Shandy Logay, Kreator Konten Lakukan Child Grooming Berkedok Konten Kini Dipenjara
-
Mengecam Konten "Sewa Pacar" Libatkan Pelajar
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
Terkini
-
Meski Turun, Jumlah Pengangguran RI Capai 7,35 Juta Orang
-
BPS Sebut Investasi Tumbuh Dua Digit di 2025, Ini Penyebabnya
-
ESDM Pastikan RKAB Batu Bara yang Beredar Hoaks
-
Besok Danantara Mulai 6 Proyek Hilirisasi Rp 97 Triliun
-
Naik TransJakarta Bisa Bayar Pakai GoPay, Begini Caranya
-
Aturan Turunan Belum Terbit, Demutualisasi BEI Masih Menggantung
-
Harga Bitcoin Anjlok Parah di USD 70.000, Analis Peringatkan Ancaman Tembus USD 50.000
-
5 Risiko Jual Beli Rumah Tanpa Notaris yang Bisa Rugikan Pembeli
-
Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi Topang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
-
IHSG Tetap Loyo Meski PDB RI Pertumbuhan Ekonomi Kuartal-IV 5,39%