Suara.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengungkapkan, saat ini likuiditas perbankan masih mencukupi, sehingga perbankan masih memiliki ruang yang besar untuk menyalurkan kredit ke masyarakat.
Ia memaparkan, hingga 14 Agustus 2020 tingkat likuiditas perbankann terus meningkat yaitu di level 128 persen.
"Bahkan perbankan ini istilahnya likuiditasnya banjir jadi tidak ada kendala dan likuiditas yang ada mampu dukung kredit cukup besar," ujar Wimboh dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (27/8/2020).
Dari sisi kinerja penyaluran kredit, Wimboh juga melihat perkembangnyan terus meningkat. Meskipun, peningkatan penyaluran kredit tersebut belum drastis.
Ia bilang, penyaluran kredit Juli sebesar 1,53 persen, angka itu meningkat dibandingkan pada bulan Juni yang hanya 1,34 persen.
"Ini trennya sudah meningkat Juli, Agustus juga meningkat September meningkat dan lebih baik di akhir tahun," jelas dia.
Namun demikian, Wimboh mengaku kredit macet atau non performing loan (NPL) masih terjadi. Bahkan trennya terus meningkat.
Tapi, terangnya, peningkatan NPL itu masih wajar di tengah kondisi pandemi ini.
"Situasi ini engga bisa kita hindari, malah jadi pertanyaan besar kalau NPL engga meningkat. Jadi saya rasa peningkatan NPL masih wajar 3,2 persen masih jauh dari minimal treshold 5 persen," ucap dia.
Baca Juga: Laba Anjlok, Kredit Macet Bank Mandiri di Level 3,28 Persen
Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan, tambah Wimboh juga mengalami peningkatan setiap bulannya.
"DPK ini Juli meningkat 8,3 persen, di mana Juni kemarin hanya 7,95 persen. Ada perbaikan dan DPK trennya konsisten cukup tinggi di mana maret 2020 9,54 persen april 8,87 persen, Mei 8,87 persen dan Juni 7,95 persen," tukas Wimboh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
OCBC NISP Belum Mau Spin Off Unit Usaha Syariah, Ini Alasannya
-
Menhub Beberkan Gunanya Sistem Kerja Fleksibel saat Mudik Lebaran
-
Harga Emas Antam Turun di Libur Panjang, 1 Gram Dipatok Rp 2,94 Juta
-
Rokok Ilegal Bakal Merajalela Jika Aturan Ini Diberlakukan
-
Kementerian ESDM Beri Izin Perusahaan Israel Garap Proyek Geothermal di Halmahera?
-
Jangan Hanya Sibuk Nongkrong, Gen Z Harus Punya Asuransi
-
Deretan Saham Konsumsi dan Ritel yang Berpotensi Cuan saat Ramadan 2026
-
Pulihkan Ekonomi Pascabencana, Pemerintah Kucurkan Ratusan Miliar Bantuan Rumah di Aceh
-
Agung Sedayu Jual Hunian Lintas Generasi Rp2,2 Miliar
-
IHSG Hari Ini Libur atau Tidak? Ini Jadwal Resmi Bursa dan Analisisnya