Suara.com - Para pengusaha terus memutar otak agar bisa mempertahankan usahanya di masa pandemi Covid-19. Salah satunya, dengan ikut menjual kebutuhan di masa pandemi ini yaitu masker.
Hal itu yang dilakukan oleh brand kaos kaki lokal StayCool Socks. Marketing Assistant StayCool Socks Fikri Irvandi mengatakan, pandemi virus corona sangat berpengaruh pada bisnis kaos kaki dengan berkurangnya aktivitas outdoor yang dilakukan masyarakat.
Namun di sisi lain, pihaknya melihat pandemi sebagai celah untuk bisa lebih membantu konsumennya menemukan cara baru untuk mengekspresikan diri, melalui sebuah masker.
Adapun, masker yang ditawarkan ini berbeda dengan masker medis. Karena StayCool Socks mengeluarkan masker dengan corak yang lebih fashionable, serta dengan cara penggunaannya yang lebih leluasa dan adjustable.
"Kita tuh melihat kesempatan bisa membantu orang-orang yang mau mengekspresikan diri mereka dan memang harus keluar rumah beradaptasi sama new normal, dengan mengimplementasikan desain-desain kita ke masker," ujar Fikri dalam keterangannya, Senin (28/9/2020).
Menurut Fikri, tujuan dari penjualan masker ini ada dua. Pertama adalah melindungi masyarakat yang terpaksa harus keluar rumah untuk bekerja, namun tetap terlihat trendi dengan desain yang kekinian.
"Makanya awal Februari itu. RnD Kita digenjot bagaimana bisa melahirkan produk yang membantu konsumen kita mengekspresikan dirinya, tapi tetap menjaga mereka juga. Makanya hadir Cool Mask itu. Masker yang ada motifnya," terangnya.
Namun menurut Fikri, penjualan masker sendiri tidak semudah seperti membalikan telapak tangan. Karena pada masa-masa awal pandemi, pihaknya sempat kesulitan untuk menemukan metode yang tepat dalam memasarkan lini produk yang termasuk baru bagi mereka, tanpa perlu mengorbankan Brand Image StayCool Socks itu sendiri.
Sebab saat itu, pengetahuan masyarakat terhadap masker yang aman adalah masker medis. Namun dalam beberapa bulan belakangan, minat masyarakat kepada masker-masker yang kekinian semakin tinggi.
Baca Juga: Hits: Efektivitas Masker Kain 1 Lapis, Begadang Berisiko Serangan Jantung
"Sebenarnya setelah beberapa bulan pas pandemi ini, masker tuh sudah menjadi Fashion Statement bagi para penggunannya," imbuhnya.
Menurut Fikri, kontribusi penjualan masker untuk kinerja secara keseluruhan mencapai 50 persen. Sementara itu, berdasarkan datanya penjualan masker bisa meraup uang hingga Rp 50 juta selama sebulan.
Ke depannya lanjut Fikri, pihaknya akan mencari peluang untuk berkreasi melalui lini produk lain, yang bisa membantu penggunanya melalui pandemi dengan trendi dan tentunya untuk membantu StayCool Socks meningkatkan perkembangan bisnis dan penjualannya.
Adapun ide paling baru adalah wacana untuk memproduksi produk baru yang berkaitan dengan Protection, with a twist of fashion.
"Apa sebenarnya produk yang dimaksud tersebut, kalian bisa cek di website resmi untuk lebih lanjut," tukas Fikri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Izin Tambang Emas Martabe Belum Dicabut, KLH Pastikan Gugatan ke PTAR Terus Berjalan
-
Mulai 2028, Bensin Wajib Dicampur Etanol 20 Persen
-
Kepala BGN: Program MBG Dongkrak Penjualan Motor jadi 4,9 Juta Unit pada 2025
-
Jelang Imlek dan Ramadan, Pertamina Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg
-
24 Perusahaan Lolos Seleksi Tender Waste-to-Energy, Lima Diantara Asal China
-
Bahlil Tegas soal Pemangkasan Produksi Batubara dan Nikel 2026: Jangan Jual Harta Negara Murah
-
Wujudkan Asta Cita, BRI Group Umumkan Pemangkasan Suku Bunga PNM Mekaar hingga 5%
-
Susul Bauksit, Bahlil Kaji Larangan Ekspor Timah Mentah
-
Antusiasme Tinggi, Waitlist Beta Bittime Flexible Futures Batch Pertama Gaet Ribuan Partisipan
-
Danantara Mau Beli Tanah Dekat Masjidil Haram, Jaraknya Hanya 600 Meter