- Menteri ESDM mewajibkan bensin mengandung 20 persen etanol (E20) mulai tahun 2028 guna mengurangi impor bensin.
- Kebutuhan bensin Indonesia diperkirakan terus meningkat, menciptakan kesenjangan besar antara produksi dan konsumsi domestik.
- Pemerintah merancang peta jalan dan memberi insentif, sementara Pertamina bersama SGN membangun pabrik bioetanol di Banyuwangi.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akan mewajibkan semua produk bensin di Indonesia memiliki campuran etanol 20 persen mulai 2028 mendatang. Kebijakan E20 ini adalah upaya untuk mengurangi impor BBM jenis bensin.
“Kami akan mendorong yang namanya etanol, E20 pada 2028,” ujar Bahlil dalam acara Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Bahlil mengatakan Indonesia memproduksi bensin sekitar 14,27 juta kiloliter (KL) pada 2025, sedangkan kebutuhan bensin Indonesia mencapai 37,3 juta KL. Kesenjangan tersebut menyebabkan Indonesia perlu mengimpor bensin sekitar 23,03 juta KL.
Ke depannya, Bahlil menyampaikan kebutuhan bensin Indonesia akan terus meningkat hingga menyentuh 40 juta KL, sementara itu produksi Indonesia diproyeksikan masih berada di kisaran 14 juta KL.
“Sampai ayam tumbuh gigi, kalau kita enggak kreatif untuk melakukan ini (campuran etanol), enggak akan bisa kita dalam negeri semua,” kata Bahlil.
Dengan demikian, menurut Bahlil, opsi mewajibkan campuran etanol di dalam bensin dapat menjadi kebijakan yang tepat untuk mengurangi impor bensin Indonesia. Tujuannya adalah mewujudkan swasembada energi, dalam hal ini mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bensin.
“Semua desain besar ini kita akan dorong, terakhir nanti kita tinggal impor tingkat crude-nya saja,” ujar Bahlil.
Diwartakan sebelumnya, Bahlil Lahadalia akan mewajibkan penerapan campuran etanol dalam bensin (bioetanol) paling lambat 2028.
Ia menyampaikan bahwa saat ini, pemerintah sedang merancang peta jalan penerapan bioetanol. Peta jalan tersebut, tutur Bahlil, akan selesai sebentar lagi.
Baca Juga: 146 SPBU Pertamina Sudah Ditambahkan Etanol 5 Persen, Segera Lanjut Jadi 10 Persen
Bahlil mengatakan akan memberi insentif bagi perusahaan yang membangun pabrik etanol di Indonesia guna mendukung rencana mandatori bioetanol.
Wakil Menteri (Wamen) Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu menyampaikan perusahaan otomotif dunia asal Jepang, Toyota, mengambil peluang investasi dengan memenuhi kebutuhan bioetanol Indonesia, mengingat kebijakan mandatori pencampuran 10 persen (E10) ke BBM segera diterapkan.
Kemudian, pada awal Februari 2026, PT Pertamina dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) pada tahun ini membangun pabrik bioetanol berkapasitas produksi 30 ribu kiloliter (KL) per tahun di kawasan Pabrik Gula Glenmore Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Direktur Transformasi dan Kelanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono mengatakan pabrik bioetanol tersebut diproyeksikan menghasilkan 30 ribu kiloliter bioetanol per tahun dengan bahan baku berbasis tebu.
Berita Terkait
-
Nasib Tambang Emas Martabe Diumumkan Pekan Depan
-
Peringatan Bahlil Soal Pasokan Energi RI Jika Ada Perang
-
Bahlil Sindir Purbaya Lagi, Kali Ini Soal Lifting Minyak
-
Kenalan dengan Motor Baru Honda CG160 Bermesin Omnivora: Bensin Oke, Etanol Gaspol
-
Curhat Disebut Mister Menteri Etanol, Bahlil: Epen kah?
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor
-
Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga
-
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!
-
Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?
-
Menjelang Bitcoin Pizza Day, Member Indodax Hampir Tembus 10 Juta Pengguna
-
Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi
-
IPC TPK Area Panjang Datangkan Crane Raksasa Post Panamax dari China
-
Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed
-
Perkuat Investasi Teknologi, Presiden Prabowo Saksi Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense