Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada bulan September 2020 terjadi deflasi sebesar 0,05 persen, ini merupakan laju deflasi ke 3 kali berturut-turut sejak bulan Juli lalu.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, lemahnya daya beli masyarakat merupakan imbas pandemi virus corona atau Covid-19 yang menyebabkan Indeks Harga Konsumen (IHK) tersebut mengalami deflasi.
"Sisi permintaan perekonomian belum pulih secepat kami bayangkan," kata Febrio saat konfrensi pers virtual, Kamis (1/10/2020).
Anak Buah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ini menambahkan, selama pertumbuhan ekonomi masih negatif, selama ini pula daya beli masyarakat belum akan pulih.
"Sepanjang pertumbuhan masih negatif, inflasi akan rendah dan konteks ini 3 bulan berturut-turut deflasi kecil. Jadi sinyal pemerintah interpretasinya sisi permintaan masih belum pulih," ucap Febrio.
Untuk diketahui, BPS mencatat laju inflasi inti mengalami tren penurunan yang diakibatkan pandemi virus corona covid-19.
Kepala BPS Kecuk Suhariyanto pun mengatakan, terus menurunnya laju inflasi inti disebabkan karena permintaan yang sangat rendah atau daya beli masyarakat yang kurang selama adanya wabah Covid-19.
"Dari sisi pasokan cukup, tapi dari sisi permintaan nampaknya daya beli masyarakat masih rendah yang ditunjukkan inflasi inti kembali turun pada September 2020," kata Kecuk dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (1/20/2020).
BPS mencatat telah terjadi deflasi selama tiga bulan berturut-turut. Deflasi terjadi pada Juli sebesar 0,10 persen, Agustus 0,05 persen, dan September 0,05 persen.
Baca Juga: Jakarta Alami Inflasi 0,02 Persen pada September 2020
Dengan demikian, sepanjang tahun ini laju inflasi baru mencapai 1,86 persen saja, ini merupakan laju inflasi yang tergolong rendah.
Bandingkan dengan posisi Agustus 2020 dimana laju inflasi sebesar 2,03 persen dan Juli 2020 sebesar 2,07 persen.
Bahkan jika dibandingkan secara tahunan laju inflasi mencapai 3,32 persen di September 2019, Agustus 2019 sebesar 3,30 persen, dan Juli 2020 sebesar 3,18 persen.
Karenanya, dia mengungkapkan laju inflasi inti hingga September 2020 telah mencapai 1,86 persen.
Inflasi inti ini terendah sejak 2004 atau pertama kali ketika BPS dan Bank Indonesia mulai menghitung pergerakan inflasi inti.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah
-
Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi
-
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS
-
Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik
-
Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah
-
Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen
-
Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas
-
IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?
-
Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas
-
S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya